Menu

Kritik Ma'ruf Amin yang Puji K-Pop, Ahmad Dhani: Seharusnya Diskusi Dulu Sama Saya

Siswandi 20 Sep 2020, 21:58
Ahmad Dhani
Ahmad Dhani

RIAU24.COM -  Musisi sekaligus Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani, mengkritik pernyataan Wapres Ma'ruf Amin. Hal itu terkait pernyataan Ma'ruf Amin yang berharap budaya K-Pop dapat menginspirasi munculnya kreativitas di tengah kalangan anak muda Indonesia. 

"Jadi Pak Wapres kita memang tidak paham benar soal industri musik. Harusnya sebelum kasih statement, diskusi dulu sama saya sebagai orang yang sangat paham industri musik," lontarnya, Minggu 20 September 2020.

Menurutnya, musisi Indonesia jauh lebih berkualitas ketimbang artis K-Pop dan tentu lebih kreatif. Malah Dhani mengatakan, yang dibutuhkan musisi Indonesia saat ini ialah dukungan dari pemerintah.

"Di Korea, disiapkan dana besar untuk memajukan musik nasional Korsel. Pemerintah Korsel serius untuk mengangkat industri musik Korsel menjadi masuk ke industri musik dunia," ungkapnya, dilansir detik. 

"Musisi Indonesia jauh lebih bermutu daripada Korsel, hanya saja selama ini belum ada presiden yang punya skill soal industri dunia," tambahnya. 

Terkait pengembangan musik Tanah Air, Ahmad Dhani berharap ada menteri yang amat memahami seniman dan industri dunia. "Saran, untuk saat ini, cari menteri yang paham soal industri dunia. Seniman seperti pelaku industri pada umumnya. Butuh pemerintahan yang suportif," tambahnya. 

Sebelumnya, Wapres Ma'ruf menilai banyaknya produk Korea yang diproduksi di Indonesia dapat menjadi momentum pembelajaran bagi anak-anak bangsa untuk menciptakan produk berkualitas baik dan berdaya saing sehingga dalam jangka panjang diharapkan dapat mendorong proses industrialisasi Indonesia.

Di sisi lain, Ma'ruf Amin melihat hubungan sosial budaya antara Korea dan Indonesia sekarang ini memiliki daya tarik yang tinggi bagi generasi Korea. Menurutnya, budaya Korea yang didiseminasi di Indonesia melalui K-Pop (musik pop Korea) dan K-Drama (film drama Korea) memiliki potensi meningkatkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam membawa budaya RI 'go international'. ***