Terkuak, Ketika Ditunjuk Jokowi Jadi Panglima TNI, Ternyata Begini Respon Gatot Nurmantyo

Siswandi
Jumat, 25 September 2020 | 12:05 WIB
Gatot Nurmantyo- Jokowi R24/wan Gatot Nurmantyo- Jokowi

RIAU24.COM -  Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo blak-blakan mengenai pengangkatan dirinya menjadi orang nomor satu di tubuh TNI.

Ketika itu, Gatot merupakan calon tunggal Panglima TNI yang diajukan Presiden Jokowi ke DPR.

Baca juga: Studi Menunjukkan Mulai Berolahraga Di Usia Tua Ternyata Berefek Seperti Ini Bagi Sel Dalam Tubuh

Dilansir viva yang merangkum tvOne, Jumat 25 September 2020, Gatot mengungkapkan, awalnya, ia dikontak Ketua DPR ketika itu, Setya Novanto. Ia dikabari terkait
surat rekomendasi presiden.

"Suatu saat saya ke Denmark, sore-sore saya ditelepon oleh ketua DPR Pak Setnov, dia bilang gini Pak Gatot, saya dapat surat dari presiden, singkatnya saya buka ya. Kemudian isinya presiden mengajukan Jenderal TNI Gatot KSAD sebagai calon tunggal Panglima TNI," ungkapnya.

Usai membacakan surat rekomendasi dari Jokowi, Setnov langsung menanyakan ke Gatot untuk tindak lanjutnya.

Bukannya langsung menerima, Gatot malah menyarankan Setnov merobek surat itu.

"Kemudian beliau tanya, surat ini harus saya apakan? Saya jawab, ada dua Pak ketua. Satu, sobek-sobek masukan tong sampah, yang kedua terserah Pak ketua. Karena memang saya bukan tidak berkeinginan, posisi seperti itu, bukan saya dulu," ucap Gatot.

Baca juga: Putri Nurul Arifin Meninggal Mendadak, Frustasi Akibat Tak Bisa Bebas Selama Pandemi

Gatot juga pernah menanyakan langsung ke Jokowi terkait posisi panglima. Lantaran dia mengetahui jika Jokowi tidak pegang DPR , tidak pegang kepolisian, kejaksaan, bahkan tidak pegang TNI apalagi KSAD. 

"Karena kita sama-sama tahu, begitu beliau jadi presiden kan didukung oleh rakyat. Sementara di DPR tidak punya partai. Saya diangkat, kemudian kapan saya harus turun itu tergantung presiden, jadi tidak ada ketentuannya," ucap dia.

"Saya diangkat hari ini, besok diberhentikan presiden itu boleh, itu hak prerogratif presiden. Kapan pun boleh sebelum pensiun juga boleh," tambahnya.

Seperti diketahui, Gatot Nurmantyo adalah merupakan mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia dari 2015 hingga 2017. Sebelumnya, Gatot merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30 yang mulai menjabat sejak tanggal 25 Juli 2014 setelah ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika itu ia  menggantikan Jenderal TNI Budiman.

Ia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir.

Pada Juni 2015, Gatot diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon Panglima TNI, menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa purna bakti. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...