Epidemiologis Sebut Korban Kematian Virus yang Sebenarnya di Indonesia 3 Kali Lipat Lebih Besar Dari Angka yang Dilaporkan

Devi
Sabtu, 26 September 2020 | 10:23 WIB
Epidemiologis Sebut Korban Kematian Virus yang Sebenarnya di Indonesia 3 Kali Lipat Lebih Besar Dari Angka yang Dilaporkan R24/dev Epidemiologis Sebut Korban Kematian Virus yang Sebenarnya di Indonesia 3 Kali Lipat Lebih Besar Dari Angka yang Dilaporkan

RIAU24.COM - Korban tewas COVID-19 di Indonesia sebenarnya bisa tiga kali lipat dari angka yang dilaporkan, yang mencapai 10.105 pada Kamis. Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi di Griffith University Australia, mengatakan bahwa Indonesia memiliki jumlah kematian COVID-19 tertinggi di antara negara ASEAN mana pun dan bahwa negara tersebut menempati urutan ketiga dalam kematian COVID-19 di antara negara-negara Asia.

Menurut Dicky, angka kematian merupakan indikator valid pengelolaan COVID-19 di negara dan wilayah tertentu. Namun dia mengatakan jumlah kematian sebenarnya di Indonesia bisa tiga kali lipat dari jumlah yang dilaporkan.

Baca juga: Chandra Liow Tak Terima Mendapat Tuduhan Jadi Pelaku Kekerasan Akan Gelar Press Conference

“Indonesia harus mengacu pada definisi kematian COVID-19 menurut WHO [Organisasi Kesehatan Dunia] dan harus menerapkannya di dalam negeri untuk kepentingan kita sendiri,” kata Dicky, seperti dikutip kompas.com, Jumat.

Menurut WHO, kematian akibat COVID-19 didefinisikan untuk tujuan pemantauan sebagai kematian akibat penyakit yang secara klinis kompatibel dalam kasus COVID-19 yang mungkin atau terkonfirmasi kecuali ada penyebab kematian alternatif yang jelas yang tidak dapat dikaitkan dengan COVID-19. , misalnya, trauma.

Seharusnya tidak ada periode pemulihan total dari COVID-19 antara penyakit dan kematian. Kematian akibat COVID-19 mungkin tidak disebabkan oleh penyakit lain, seperti kanker, dan harus dihitung secara independen dari kondisi yang sudah ada sebelumnya yang diduga memicu perjalanan COVID-19 yang parah.

Dicky mengatakan lebih dari 10.000 kematian di Indonesia adalah salah satu yang dikonfirmasi. “Sementara itu, kami tidak menghitung [kematian orang dengan] status probable atau suspect. Kalau kita hitung semua, bisa jadi tiga kali lipat, ”imbuhnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...