Kepala Dinas Kesehatan Jakarta : Pasien Asimtomatik Dapat Diisolasi di Rumah Jika Lulus Pemeriksaan Dari Puskesmas

Devi
Sabtu, 26 September 2020 | 12:14 WIB
Anies : Pasien Asimtomatik Dapat Diisolasi di Rumah Jika Lulus Pemeriksaan Dari Puskesmas R24/dev Anies : Pasien Asimtomatik Dapat Diisolasi di Rumah Jika Lulus Pemeriksaan Dari Puskesmas

RIAU24.COM -  Ketika Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengumumkan kembalinya protokol Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang ketat dua minggu lalu, dia menyatakan bahwa pasien COVID-19 harus diisolasi di fasilitas pemerintah. Namun, pengaturan itu tampaknya telah gagal, karena pejabat kota minggu ini mengatakan bahwa pasien tanpa gejala dan mereka yang memiliki gejala ringan masih diizinkan untuk mengisolasi diri di rumah.

Widyastuti, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, mengatakan ada syarat dan ketentuan tertentu yang harus dipenuhi oleh pasien COVID-19 yang ingin diisolasi di rumah.

“Saat memutuskan apakah pasien atau warga [Jakarta] bisa mengisolasi diri di rumah atau tidak, kami akan mengimbau pasien untuk berkoordinasi dengan Puskesmas setempat,” kata Widyastuti dalam siaran langsung kemarin.

Baca juga: Kemenag Belum Lapor ke Wapres Soal Khutbah Jumat, Jubir Maruf Amin: Baru Rencana



“Dari situ, tim Puskesmas akan menilai apakah rumahnya layak [untuk diisolasi sendiri] di bawah pengawasan tim kami. Jadi pasiennya akan diawasi oleh [Dinas Kesehatan], RW setempat [Rukun Warga, unit masyarakat], dan puskesmas setempat. ”

Rumah yang dianggap layak untuk isolasi sendiri harus memiliki sistem ventilasi yang baik dan penerangan yang memadai, serta kamar mandi terpisah, dan pasien diharapkan menggunakan perlengkapan mandi dan peralatan makan sendiri, terpisah dari anggota rumah tangga lainnya, dan wajib memakai masker. untuk setiap kali pasien meninggalkan kamar mereka.

Selama masa isolasi sendiri, pasien akan didampingi oleh puskesmas dan RW setempat, meskipun bukan berarti tim akan mengunjunginya setiap hari.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta menyediakan fasilitas isolasi bagi pasien asimtomatik dan pasien dengan gejala ringan di RS Gawat Darurat Wisma Atlet COVID-19 Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca juga: Program Padat Karya Mangrove Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Widyastuti juga mengumumkan kemarin bahwa pemerintah Jakarta akan bekerja sama dengan asosiasi hotel untuk mengubah beberapa kamar hotel di Jakarta menjadi fasilitas isolasi berbayar. Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu meningkatkan pendapatan industri hotel yang terkena dampak pandemi.

Kami tidak tahu tentang Anda, tetapi kebijakan yang membingungkan terkait isolasi diri hanyalah satu alasan lagi bagi kami untuk tinggal di rumah dan hanya keluar untuk urusan mendesak.



Informasi Anda Genggam



Loading...