Diduga Kurangnya Perhatian Pihak Perusahaan, HPMR-B Kecam Penyebab Banjir di Desa Darul Aman Rupat

Dahari
Sabtu, 26 September 2020 | 16:50 WIB
Kondisi Desa Darul Aman yang kebanjiran R24/hari Kondisi Desa Darul Aman yang kebanjiran

RIAU24.COM - BENGKALIS - Permukiman warga di Desa Darul Aman, Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis terendam banjir. Sehingga membuat aktivitas masyarakat harus terhenti.

Banjir itu bukan dihalaman rumah warga, melainkan banjir juga merendam Jalan yang sering dilalui warga masyarakat disana.

Diduga banjir tersebut disebabkan dari salah satu perusahaan yang beroperasi di Pulau Rupat yakni PT. Priatama Riau. Lantaran diduga pihak perusahaan tersebut kurang peduli dengan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Himpunan Pelajar Mahasiswa Rupat Bengkalis (HPMR-B) langsung mengecam dengan kurangnya tanggung jawab dari pihak perusahaan PT. Priatama riau terhadap lingkungan di pulau Rupat.

Baca juga: Lestarikan Budaya Agar Takhilang, Pemdes Pambang Pesisir Gelar Lomba Budaya se - Desanya

"HPMR-B mengecam dengan tindakan perusahaan PT Priatama Riau yang sampai hari ini tidak ada kepedulian dan rasa tanggungjawab terhadap lingkugan, salah satunya di Desa Darul Aman dan Kelurahan Tanjung Kapal, banjir yang terjadi di dua desa itu di sebabkan tidak lancarnya aliran air dari anak sungai menuju ke laut,"ungkap Ketua HPMR-B Muhammad Al-Amin, Sabtu 26 September 2020.

Diutarakan M. Al-Amin seharusnya pihak perusahaan memiliki tanggungjawab dengan membersihkan anak anak sungai yang berada di Desa tersebut. Agar dengan dilakukan pembersihan itu, tidak terjadi banjir.

"Kami menegaskan agar PT. Priatama riau secepatnya melakukan pembersihan anak- anak sungai yang berada di lingkungan sekitarnya. Karena, kalau tidak di lakukkan banjir akan terus terjadi setiap tahun,"Kesalnya.

Baca juga: Semenisasi Sasaran ll TMMD Sudah Capai 25 Persen, Letda Arh Himawan: Semoga Akses Jalan Ini Sangat Layak

Al Amin kembali mengatakan, sebelum ada perusahaan ini, kampung tersebut tidak pernah terjadi kebanjiran seperti ini. 

"Tentunya ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, bahwa tidak lain tidak bukan adalah dan kami menduga ini dampak dari kerusakan lingkungan di akibatkan berdirinya perusahaan yang tidak peduli terhadap lingkungan disekitarnya," pungkasnya.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...