Menu

Tak Banyak Yang Tahu, Ini 4 Fakta Menarik Dan Tak Terlupan Pak Harto

Riko 27 Sep 2020, 10:55
Soeharto (net)
Soeharto (net)

RIAU24.COM -  Mantan presiden RI kedua Soeharto meninggal pada 27 Januari 2008. Saat itu beliau 86 tahun. Dalam masa kepemimpinannya ada banyak hal unik dan menarik yang sampai saat ini tak terlupakan. 

Seperti apa fakta menarik pak Harto sapaan akrab Soeharto yang menarik yang sampai saat ini masih dikenang, melansir dari Boombastis berikut ulasanya. 

1. Pak Harto Awalnya Tidak Mau Jadi Presiden

Pak Harto sendiri pernah mengatakan kalau dirinya ogah menjadi presiden. Ia secara resmi menjadi presiden pada tahun 1967Alasan waktu itu, karena jika menjadi presiden kesannya seperti mendepak Bung Karno, dan rakyat akan mengutuknya. Pak Harto tetap dengan prinsipnya itu hingga pada akhirnya ditempatkan pada posisi harus menjadi presiden. Akhirnya dilantiklah presiden kedua ini. Uniknya, meskipun sempat tidak mau jadi presiden, sekalinya dilantik beliau lama sekali menjadi seorang kepala negara yaitu 32 tahun. 

2. Rendah Hati
 
Pak Harto sangat rendah hati. Ia lahir pada 8 Juni 1921. Ayahnya adalah seorang pejabat kecil di desa Kemusuk di Jawa Tengah. Selama pendudukan Jepang tahun 1942-45, Pak Harto adalah seorang perwira di kesatuan “tentara Indonesia”, dan kemudian bertempur dengan pasukan Indonesia melawan Belanda.

3. Main Golf dengan Rambo

Tahun 1980-an, nama Sylvester Stallone begitu ngetop. Ini gara-garanya Sly membintangi Rambo. Ketika Sly berkunjung ke Indonesia untuk membuka salah satu restoran, Pak Harto menantang Sly untuk bermain golf sebanyak 19 set. Uniknya, Pak Harto yang sudah sepuh itu ternyata bisa mengalahkan Stallone dengan telak. Sang Rambo pun mengakui kehebatan Pak Harto, kemudian dari mulutnya terlontar satu pujian, “You are the best player.” 

4. Tak Diakui oleh Tanzania Sebagai Presiden

Pada awal-awal, Soeharto tak begitu dianggap oleh sebagian negara lain sebagia presiden RI. Salah satunya ini karena karisma Bung Karno presiden RI pertama begitu besar. Adalah Tanzania yang melakukan seperti itu. Menteri kabinet presiden mereka pernah tak mengakui Soeharto.

Ceritanya, ketika itu Moehammad Jasin yang ditugaskan untuk jadi duta besar di Tanzania, ditolak. Alasannya surat pengantarnya ditandatangani Soeharto, bukannya Soekarno. Jasin sudah menjelaskan jika terjadi pergantian presiden, namun pihak Tanzania bersikukuh menolak Soeharto. Tapi tak urung Pak Jasin jadi juga menjabat sebagai duta besar Tanzania.