Pamannya Jadi Korban Kebiadaban PKI, Ridwan Kamil Ajak Warga Jabar Pasang Bendera Setengah Tiang

Satria Utama
Rabu, 30 September 2020 | 13:42 WIB
Ridwan Kamil R24/saut Ridwan Kamil

RIAU24.COM -  Setiap 30 September, menjadi simbol duka cita bagi seluruh rakyat Indonesia. Tepat 55 tahun silam, Bangsa Indonesia dikejutkan oleh tragedi kelam pemberontakan yang dilakukan oleh gerombolan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengingatkan warga Jabar untuk memasang bendera setengah tiang pada hari ini Rabu (30/9/2020). Langkah itu sebagai duka cita terkait pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Baca juga: Ribuan Pengendara Sepeda Motor yang Nekat Mudik, Dipaksa Putar Arah di Perbatasan Bekasi - Karawang

"Jangan lupa hari ini tanggal 30 September 2020 dinaikkan oleh seluruh warga Jawa Barat sebagai simbol duka cita terkait pemberontakan Gerakan 30 September PKI (G30S-PKI)," ucap Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya, Rabu (30/9/2020) seperti dilansir Inews.

Dalam postingannya, Ridwan Kamil mengunggah pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Sate Bandung. Bahkan dia mengunggah foto patung pahlawan revolusi.

Peristiwa G30S/PKI, kata pria disapa Kang Emil ini, keluarganya adalah korban PKI. Salah satu keluarganya meninggal dunia karena sekelompok PKI. "Keluarga saya adalah korban PKI. Pakde saya KH Mumu Muchtar, meninggal dunia diculik subuh oleh gerombolan PKI saat orde lama. Luka ini begitu dalam," tulis Kang Emil di akun Instagram pribadinya, Rabu (30/9/2020).

Pada Kamis (1/10/2020) besok, Kang Emil meminta seluruh warga Jabar mengibarkan penuh bendera Merah Putih karena hari Kesaktian Pancasila. "Besok 1 Oktober, kita naikkan penuh satu tiang sebagai simbol kesaktian Pancasila. Never leave history- Bung Karno," kata Kang Emil.

Baca juga: Masyarakat yang Positif Covid-19 Ketangkap Mudik Lebaran, Petugas Lakukan Tindakan Ini

Diketahui, peristiwa G30S/PKI mengakibatkan tujuh perwira TNI dan beberapa orang lainnya gugur setelah diculik dan dibunuh secara keji. Jenazah para pahlawan revolusi itu kemudian dibuang ke dalam sumur yang berada di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.***


Informasi Anda Genggam


Loading...