Akhirnya, Amien Rais Umumkan Partai Barunya, Namanya Partai Ummat, Begini Penjelasan Lengkapnya

Siswandi
Kamis, 01 Oktober 2020 | 14:39 WIB
Amien Rais menerangkan partai yang baru didirikannya, yang diberi nama Partai Ummat. Foto: int  R24/wan Amien Rais menerangkan partai yang baru didirikannya, yang diberi nama Partai Ummat. Foto: int

RIAU24.COM -  Kabar tentang langkah tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, yang disebut-sebut akan mendirikan partai baru, akhirnya benar-benar terlaksana. Namanya Partai Ummat.

Pengumuman nama partai baru tersebut disampaikan langsung Amien Rais melalui akun YouTube resminya, Kamis 1 Oktober 2020. 

Dalam keterangannya, Amien menjelaskan arti nama partai barunya itu. DIkatakan, nama partai itu diambil dari asas yang dianut partainya.

"Partai Ummat Insya Allah bertekad akan bekerja dan berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan," terangnya, dilansir detik. 

Baca juga: Sugianto Sebut Ada Kepanikan di Kubu Petahana, 1000 Kader Garda Bangsa Turun Lakukan Investigasi

Untuk diketahui, kabar tentang Amien Rais yang akan mendirikan partai baru, mulai terdengar setelah Kongres ke-5 PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Februari 2020 lalu. 

Amien Rais saat itu mendukung pasangan Mulfachri Harahap-Hanafi Rais melawan petahana Zulkifli Hasan dalam pemilihan ketua umum PAN baru.

Pada akhirnya, Zulkifli Hasan, yang merupakan besan Amien Rais, menjadi pemenang. Beberapa waktu setelah kongres, Amien Rais mengaku sudah dikeluarkan dari PAN karena beda prinsip.

"Partai Ummat akan bekerja dan berjuang memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan semua aturan demokrasi universal," imbuh Amien Rais.


Baca juga: Anies Dipuji Dunia, PDIP Klaim Soal Konsep: Milik Jokowi dan Sutiosos

Begini komentar lengkapnya 

Bismillahirrahmanirrahim. Mukaddimah Partai Ummat.

Kita suci Al-Qur'an mendorong ummat beriman agar dalam mengarungi kehidupan di dunia, mereka senantiasa melaksanakan dua perintah Allah SWT secara serentak.

Pertama, melakukan al amru bil ma'ruf dan an-nahyu 'anil munkar yakni memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan. Kedua, menjalankan al amru bil 'adli dan an-nahyu 'anidzulmi yakni menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman

Bila yang pertama bergerak lebih pada tataran personal, familial dan komunal (level mikro), maka yang kedua bergerak lebih pada tataran nasional (level makro) dan berkaitan erat dengan masalah kekuasaan.

Sejarah ummat manusia menunjukkan bahwa hanya negara yang mampu melakukan kezaliman kolosal, tetapi sebaliknya pula, hanya negara yang dapat menegakkan keadilan secara merata. Dengan memiliki sarana dan aparat yang lengkap serta kekuasaan yang paling besar, neara dapat melancarkan kezaliman politik, kezaliman ekonomi, kezaliman sosial, kezaliman hukum, bahkan kezaliman kemanusiaan.

Namun hanya negara pula yang dapat menegakkan keadilan bagi semua rakyatnya. Semua tergantung pada pemerintah yang sedang berkuasa, apakah sedang membela kepentingan rakyat dan ummat atau sebaliknya sedang membela kepentingan konglomerat dan korporatokrat. Pada akhirnya segolongan ummat manusia harus berikhtiar untuk menegakkan keadilan sekaligus melawan kezaliman secara sistematik lewat perjuangan politik.

Partai Ummat insyaallah bertekad akan bekerja dan berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

Partai Ummat akan bekerja dan berjuang memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan semua aturan demokrasi universal.

Akhirnya iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin. Hanya kepada Allah kami menyembah dan hanya kepada-Nya pula kami memohon pertolongan. Allahu Akbar. Merdeka! *** 


Informasi Anda Genggam


Loading...