Di tengah Lockdown Akibat Corona, Korea Utara Tetap Akan Gelar Parade Senjata Besar-besaran

Satria Utama
Jumat, 09 Oktober 2020 | 08:47 WIB
Parade senjata Korut tahun lalu R24/saut Parade senjata Korut tahun lalu

RIAU24.COM -  Meski masih melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona, namun Korea Utara dilaporkan akan menggelar parade senjata besar-besaran pada hari Sabtu (10/10) dalam rangka memperingati ulang tahun ke-75 Partai Buruh yang berkuasa.

"Sangat jelas mereka sedang mempersiapkan yang besar," kata mantan Komandan Pasukan AS Korea (USFK), Vincent Brooks pada konferensi Dewan Atlantik seperti dilansir CNN Indonesia 

Baca juga: Sudah 5 Tewas, Puluhan Pengungsi Rohingya Yang Terapung di Laut Andaman di Ambang Kematian Jika Tidak Ditolong

Ribuan tentara kabarnya akan berbaris melalui Lapangan Kim Il Sun. Prosesi kendaraan lapis baja dan tank yang besar akan mengikuti. Puncak perayaan disebut akan menampilkan rudal jenis apa pun milik Korut.

Anggota Stimson Center, Jenny Town beranggapan pawai itu itu digelar dengan tujuan untuk mengirim pesan kepada penduduk Korea Utara bahwa meskipun ekonomi negara tengah sulit, mereka adalah negara yang kuat secara militer.

Pyongyang telah menutup perbatasan dengan China pada Januari untuk mencegah penyebaran virus corona. Menurut Komandan USFK Robert Abrams penutupan itu secara efektif "mempercepat efek" sanksi ekonomi yang dijatuhkan pada Korea Utara.

Minggu lalu, pasukan Pyongyang menembak mati seorang warga Korea Selatan yang hanyut ke perairannya, diduga sebagai tindakan pencegahan virus corona. Insiden itu membuat marah warga Korea Selatan.

Baca juga: Pemeran Hermione Granger Emma Watson Bakal Pensiun dari Dunia Peran, Alasannya Romantis

Di sisi lain Harry Kazianis dari Pusat Kepentingan Nasional memperingatkan bahwa dengan ribuan orang yang terlibat, parade bisa saja berubah menjadi "peristiwa seperti penyebaran yang mematikan" di Korea Utara.

Korea Utara secara luas diyakini terus mengembangkan persenjataannya untuk melindungi diri dari invasi Amerika Serikat. Pada akhir Desember, Kim mengancam akan memamerkan "senjata strategis baru". ***


Informasi Anda Genggam


Loading...