Merasa Terancam dengan Rudal Korea Utara, Jepang Bertekad Tingkatkan Kemampuan Militernya

Satria Utama
Selasa, 13 Oktober 2020 | 05:39 WIB
Pasukan tank jepang R24/saut Pasukan tank jepang

RIAU24.COM -  TOKYO - Korea Utara (Korut) kembali menunjukkan posisinya sebagai negara dengan kekuatan nuklir yang bisa menjadi ancaman bagi siapa saja yang melontarkan ancaman.

Korut memamerkan misil jarak jauh untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir dalam sebuah parade militer tentara Korut yang dihadiri langsung pemimpin tertinggi Kim Jong-un, akhir pekan kemarin.

Baca juga: Lupa Membayar Pemakaman Keluarga Di Guatemala, Kuburan Akan Digali dan Jasad Diletakkan Di Halaman Rumah

Misil balistik lintas benua yang diangkut dengan truk 11 ban tersebut merupakan senjata terkuat yang dimiliki Pyongyang. Selain itu, Korut juga menunjukkan misil balistik yang bisa diluncurkan dari kapal selam.

Menyikapi perkembangan senjata Korut tersebut, Jepang yang merupakan negara tetangga Pyongyang juga bertekad untuk meningkatkan kemampuan pencegahan misilnya. 

"Untuk menanggapi ancaman yang beragam dan kompleks, kami akan bekerja dengan tegas untuk memperkuat kemampuan pencegahan rudal komprehensif kami," jelas Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato pada konferensi pers reguler pada hari Senin (12/10). 

"Kami memahami bahwa beberapa dari rudal tersebut dikatakan menyulitkan kami untuk merespons dengan peralatan konvensional kami," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga: Gunung Etna Mengeluarkan Semburan Lava Spektakuler yang Menerangi Langit Sisilia Setiap Malam

Kato menolak memberikan rincian hasil analisis Jepang terhadap rudal yang ditampilkan oleh Korut dalam parade tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa Jepang akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat dan negara terkait lainnya untuk melindungi rakyat Jepang.

Selama 8 tahun masa pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe, Jepang telah memperluas peran internasional militernya di bawah aliansi Jepang-AS. Langkah ini diambil, di tengah meningkatnya ancaman dari Korut dan China.

Tokyo telah berulang kali menyebut kedua negara sebagai ancaman terhadap keamanan regionalnya dan saat ini sedang mempelajari perubahan besar pada kebijakan pencegahan misilnya yang akan mencakup kemungkinan mengembangkan kemampuan serangan pertama di pangkalan musuh untuk bertahan dari serangan yang akan terjadi.****

 


Informasi Anda Genggam


Loading...