Menu

Menyoal Penangkapan Aktivis Syahganda, Fahri Hamzah: Pak Presiden dan Pak Kyai, Kenapa Semua Harus Berakhir di Bui?

Ryan Edi Saputra 15 Oct 2020, 11:07
Fahri hamzah
Fahri hamzah

RIAU24.COM - Penangkapan salah satu Komite KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) Syahganda beberapa waktu lalu yang dilakukan aparat kepolisian jadi sorotan beberapa pihak.

Melalui akun media sosial Facebook, Salah satu rekan Syahganda, Fahri Hamzah pun berkomentar terkait ditanggapnya aktivis tersebut.

“Kalau penguasa mau mendengar, Jumhur dan Syahganda jangan ditangkap. Mereka adalah  alumni ITB yang idealis. Saya kenal keduanya sudah sejak 30 tahun lalu. Mereka adalah teman berdebat Yang berkwalitas. Mereka dl korban rezim orba yg otoriter. Kok rezim ini juga mengorbankan mereka?,” tulisnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Dulu saya menentang teori “crime control” dalam pemberantasan korupsi yang dianut KPK sebab saya khawatir ini akan jadi mazhab penegakan hukum di negara kita. Saya bersyukur melihat KPK lembali ke jalan hukum tapi sedih dengan ideologi lama itu di prektekkan penegak hukum lain.

Inti dari “crime control” adalah penegakan hukum yg mendorong “tujuan menghalalkan cara” atau “end justifies the means”. Penegak hukum menganggap menangkap orang tak bersalah agar tercipta suasana terkendali. Padahal kedamaian dan ketertiban adalah akibat dari keadilan.

Kalau melihat abjad dari kriminalitasnya, yang harus ditangkap duluan ya orang-orang yang terekam CCTV itu sebagai perusuh. 

Halaman: 12Lihat Semua