Menu

Penjual Es Krim di Penang Dipukuli Warga Karena Diduga Berusaha Melecehkan Seorang Gadis Remaja

Devi 20 Oct 2020, 14:39
Penjual Es Krim di Penang Dipukuli Warga Karena Diduga Melecehkan Gadis Remaja
Penjual Es Krim di Penang Dipukuli Warga Karena Diduga Melecehkan Gadis Remaja

RIAU24.COM -  Seorang penjual es krim asal Pakistan berusia 25 tahun dipukuli dan ditahan setelah diduga berusaha melecehkan seorang gadis berusia 14 tahun di sebuah perumahan di Taman Seri Indah, Penang Jumat lalu (16 Oktober).

Dalam video tersebut, penjual es krim terlihat berjongkok di samping rumah sementara ada suara yang diyakini orang yang merekam rekaman tersebut mencaci maki dan memukulinya dengan tongkat kayu panjang. “Anda menanyakan nomor teleponnya dan menunjukkan uang kepadanya? Apa menurutmu gadis itu pelacur? ” kata pria itu.

Dugaan penganiayaan terjadi sehari sebelumnya (15 Oktober) sekitar pukul 16.45 ketika korban remaja dan adiknya yang berusia 6 tahun pergi keluar untuk membeli es krim dari penjual di depan rumah mereka. “Saat korban mengintip ke dalam wadah es krim, penjual es krim itu meletakkan tangannya di pundaknya,” kata ACP Noorzainy Mohd Noot dalam keterangan yang direkam oleh Sinar Harian.

Korban dikejutkan dengan sikap fisik yang tidak baik dari pria tersebut dan segera mundur beberapa langkah.

Tersangka kemudian memberikan gadis itu es krim yang diinginkan adiknya. “Ketika dia membayarnya, penjual es krim itu mengambil tangan korban dan mencoba menciumnya,” tambah ACP.

Khawatir akan keselamatannya sendiri, korban dengan cepat berlari kembali ke rumahnya dan menutup gerbangnya. Namun, tersangka tetap berada di luar rumah korban dan bahkan mengulurkan uang sambil memanggilnya untuk kembali. Khawatir dan takut, gadis remaja itu menelepon orang tuanya yang tidak ada di rumah selama ini.

Tetangga gadis itu menyaksikan kejadian itu dan melaporkan kasusnya.

Keesokan harinya, tersangka ditangkap dengan luka memar di mulutnya, yang diyakini sebagai akibat dari pemukulan yang diterimanya kemarin. "

ACP Noorzainy mengatakan dia dibawa ke rumah sakit tetapi tidak mengalami cedera serius. Dalam pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa tersangka tidak memiliki dokumen hukum yang sesuai. Dia juga melapor ke polisi setelah terjadi pertengkaran fisik dengan warga di daerah itu.