Parah, TV Nasional China Juga Pernah Tayangkan Gambar Nabi Muhammad SAW, Berani Boikot Produknya?

Siswandi
Selasa, 03 November 2020 | 13:16 WIB
Tayangan televisi China yang disebut memuat gambar Nabi Muhammad SAW. Foto: int R24/wan Tayangan televisi China yang disebut memuat gambar Nabi Muhammad SAW. Foto: int

RIAU24.COM -  Umat muslim di dunia hingga saat ini masih menyorot Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dinilai telah melecehkan Islam, terkait dengan gambar atau karikatur Nabi Muhammad SAW

Namun belakangan, masyarakat muslim di dunia juga mulai tersedot perhatiannya dengan adanya tayangan saluran televisi pusat China, CCTV. Saluran itu dikabarkan pernah menayangkan gambar Nabi Muhammad SAW dalam sebuah serial TV. 

Baca juga: Presiden Israel dan Erdogan Minum Kopi: Untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Dilansir rmol Selasa 3 November 2020, mengutip wion, sebuah saluran televisi berbasis berita berbahasa Inggris di India, dalam salah satu adegan di serial TV China tersebut, dikisahkan ada seorang duta besar dari Arab yang mengujungi Tiongkok selama pemerintahan Dinasti Tang. 

Dalam kunjungannya tersebut, sang duta besar menghadiahkan potret Nabi Muhammad kepada kaisar Tiongkok. 

Cuplikan adegan tersebut baru mulai menyita perhatian publik dunia, setelah pertama kali diunggah seorang aktivis HAM Uighur bernama Arslan Hidayat. Adegan itu diunggahnya melalui akun Twitternya @arslan_hidayat pada 27 Oktober 2020 lalu. 

Dalam adegan tersebut, kabarnya ada dialog di mana tokoh duta besar Arab itu mengatakan, "Ini adalah potret Tuhan negara kita, Muhammad,". 

Dalam cuitannya, Arslan menyertakan caption yang berbunyi: "Gambar Nabi Muhammad (SAW) dalam serial TV di saluran TV pemerintah China, CCTV. Konteks (adegan): seorang duta besar dari negara Arab menghadiahkan potret Nabi Muhammad (SAW) kepada kaisar selama Dinasti Tang," tulisnya. 

"Bisakah kita sekarang memboikot barang-barang China?" sambungnya. 

Baca juga: Bebatuan Besar Jatuh Hantam Jembatan, 9 Turis Tewas di India

Pertanyaan Arslan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, ketika Macron membela hak kebebasan berekspresi, termasuk dalam konteks menunjukkan gambar atau karikatur Nabi Muhammad seperti yang dilakukan oleh Samuel Paty, muncul kecaman dan gerakan boikot barang-barang dari Perancis terutama dari kelompok-kelompok muslim. Pasalnya, oernyataan Macron dianggap melukai umat Muslim. 

Kini Arslan seakan mengajukan pertanyaan serupa, akankah mereka yang memboikot produk-produk Perancis melakukan hal yang serupa pada China setelah gambar Nabi Muhammad ditayangkan di televisi mereka secara eksplisit? ***


Informasi Anda Genggam


Loading...