Pihak Istana Akui Ada Kekeliruan di Naskah UU Cipta Kerja, Sudjiwo Tedjo: Rakyat dan UU Jangan Jadi Mainan Pak

Riki Ariyanto
Rabu, 04 November 2020 | 11:39 WIB
Pihak Istana Akui Ada Kekeliruan di Naskah UU Cipta Kerja, Sudjiwo Tedjo: Rakyat dan UU Jangan Jadi Mainan Pak (foto/int) R24/riki Pihak Istana Akui Ada Kekeliruan di Naskah UU Cipta Kerja, Sudjiwo Tedjo: Rakyat dan UU Jangan Jadi Mainan Pak (foto/int)

RIAU24.COM -  Pihak istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyebut memang ada kekeliruan di naskah omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker). Padahal UU Ciptaker sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (2 November 2020) lalu.

Baca juga: Sandiaga Uno Bawa Kabar Baik Soal Ekonomi Indonesia, Apa?



Pratikno menyebut kekeliruan dari UU yang diberi nomor 11 Tahun 2020 tersebut bersifat teknis administratif saja. Sehingga tak berdampak terhadap implementasi UU Cipta Kerja.

Langsung saja kabar itu ditanggapo Sudjiwo Tedjo melalui akun twitternya. "Jika berita ini benar, aku cuma mau bilang bahwa hidup memanglah siklus dari dunia bocah kembali ke dunia bocah. Dunia bermain. Makin tua makin butuh main2: moge, golf, perkutut, poco2 dll .. tapi rakyat dan UU jangan dijadikan mainan, Pak," cuit @sudjiwotedjo sambil menautkan berita berjudul 'Istana Akui Kekeliruan UU Ciptaker yang Diteken Jokowi'.

Baca juga: AHM Siapkan 20 Kendaraan Listrik untuk Operasional KTT Presidensi G20



Langsung saja netizen berikan tanggapan. @ir_ianto: "Mungkin pembantu di istana dan anggota DPR tidak ada yang tau isi UU tsb Mbah. Percuma mereka sekolah. Bahasa Indonesia nya dipertanyakan?"

@iqbalrizaldi91: "#mahabenarsegalakebijakan Protes tar ditangkap lho."

@fitriady_w: "Mereka bingung mana kerja mana main mbah udh trll sering main-main sampai lupa kerja, giliran kerja lupa caranya gimana."

@WidjajaNoer3: "Ini asli jd bikin penasaran dan deg2an ingin cepet lihat hasilnya kedepan, mbah."

@bbbbaall: "Gak mungkin main-main lah mbah, di situ kan ada prof mahfud."

@SangTiga: "Sekalipun struktur dan narasi draft UU itu benar, menanda tanganinya tendesius mewariskan kesalahan. Dan, bencana moral kenegaraan."


Informasi Anda Genggam


Loading...