Conte Tak Mau Inter Milan Racikan Dirinya Dibandingkan Dengan Era Mourinho

Riki Ariyanto
Minggu, 15 November 2020 | 22:29 WIB
Conte Tak Mau Inter Milan Racikan Dirinya Dibandingkan Dengan Era Boruto (foto/int) R24/riki Conte Tak Mau Inter Milan Racikan Dirinya Dibandingkan Dengan Era Boruto (foto/int)

RIAU24.COM -  Antonio Conte kini sebagai pelatih Inter Milan, ternyata menyadari kalau Inter Milan dbawah kepimpinannya juga dibanding-bandingkan dengan era Jose Mourinho.

Dilansir dari Detiksport, Conte tak mau dan merasa belum waktu yang tepat untuk bandingkan Inter Milan racikannya dengan Mourinho.

Baca juga: Update Klasemen Medali SEA Games 2021, Indonesia Duduki Posisi Ketiga



Sebagai informasi Jose Mourinho termasuk salah satu pelatih Inter tersukses. Bersama Mourinho, Inter Milan meraih lima trofi, termasuk treble pada musim 2009/2010.

Selain dengan Mourinho, Conte juga dibandingkan dengan pelatih legendaris Inter lainnya, Helenio Herrera. Herrera mempersembahkan tujuh trofi selama melatih Inter pada 1960-1968.

Baca juga: Kenakan Baju Berlabel Z, Pesenam Rusia Ini Disuruh Kembalikan Medali dan Hadiah Uang



"Perbandingan itu membuat saya tersanjung. Dan saya merasakan tangung jawab untuk meraih hasil yang sama. Tapi jangan lupakan perbedaan fase sejarah dari klub. Inter-nya Herrera dan Mourinho adalah kenyataan yang solid. Tim dengan orang-orang yang sudah memenangi banyak hal," sebut Conte ke Gazzetta dello Sport.

"Orang-orang dengan kepribadian, terbiasa dengan tekanan, yang bertanggung jawab dan tidak pernah membuat kesalahan di momen-momen menentukan," sebutnya

"Bahkan Inter saya punya nilai-nilai penting, saya cuma tidak mau keliru dengan dimensi yang berbeda. Kami memulai jauh di belakang," ujar Conte.

Antonio Conte resmi sebagai pelatih Inter sejak musim panas 2019. Pada musim perdananya, eks pelatih Juventus itu membawa Inter finis runner-up di Liga Italia dan Liga Europa.

"Fans berhak bermimpi, tapi kami harus sadar kalau musim lalu adalah anomali dan kami melakukan sesuatu yang luar biasa karena kesalahan tim lain. Kami finis satu poin di belakang Juventus karena, setelah jadi juara, mereka menurun di laga-laga terakhir," kata Conte.

"Saya lebih bangga finis di depan Napoli, yang seharusnya jadi pesaing juara. Saya ingat pertandingan di mana kami kalah dari Juventus sebelum lockdown. Rasa lapar mereka akan kesuksesan masih utuh. Kami berusaha untuk ada di level yang sama," sebut Conte kemudian.


Informasi Anda Genggam


Loading...