Pria Bangladesh Ditahan Di Singapura Karena Merencanakan Serangan Terhadap Umat Hindu, Berencana Untuk Bertempur Di Kashmir

Devi
Rabu, 25 November 2020 | 17:08 WIB
Pria Bangladesh Ditahan Di Singapura Karena Merencanakan Serangan Terhadap Umat Hindu, Berencana Untuk Bertempur Di Kashmir R24/dev Pria Bangladesh Ditahan Di Singapura Karena Merencanakan Serangan Terhadap Umat Hindu, Berencana Untuk Bertempur Di Kashmir

RIAU24.COM -  Seorang pria Bangladesh yang diduga merencanakan serangan terhadap umat Hindu di tanah airnya dan berencana untuk berperang di Kashmir telah ditahan oleh badan keamanan Singapura, sesuai laporan PTI. Ahmed Faysal berusia 26 tahun dan dia ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Internal setelah diselidiki karena "kegiatan terkait terorisme", menurut kementerian itu.

Pria muda itu memiliki pisau lipat, yang katanya untuk serangan terhadap umat Hindu di Bangladesh, kata kementerian itu. Dia juga ingin pergi ke Kashmir untuk berperang melawan "musuh yang dianggap Islam".

Baca juga: Ayah Tujuh Anak Ini Lumpuh Setelah Disuntik Vaksin Johnson & Johnson



Investigasi menunjukkan bahwa Faysal telah diradikalisasi dan ingin "melakukan kekerasan bersenjata untuk mendukung agamanya", seperti dilansir Channel News Asia, berdasarkan pernyataan Kementerian Dalam Negeri.

Faysal adalah seorang pekerja konstruksi dan telah bekerja di Singapura sejak 2017. Dia menjadi radikal pada 2018 setelah "menyerap propaganda online tentang ISIS", kata pernyataan itu. Dia ditahan pada 2 November.

"Dia tertarik dengan tujuan ISIS untuk mendirikan kekhalifahan Islam di Suriah dan ingin melakukan perjalanan ke sana untuk berperang bersama ISIS melawan pemerintah Suriah. Dia percaya bahwa dia akan menjadi martir jika dia mati saat melakukannya," tambah pernyataan itu.

Baca juga: Media Sosial India Dibanjiri Teriakan Bantuan Keluarga Penderita COVID-19 di Tengah Meningkatnya Kasus

"Dia menyumbangkan dana untuk organisasi yang berbasis di Suriah dengan pemahaman bahwa sumbangannya akan bermanfaat bagi HTS di Suriah," lanjut kementerian itu.

"Faysal juga secara aktif membagikan propaganda yang mempromosikan kekerasan bersenjata di akun media sosial yang dibuat dengan nama fiktif."

Faysal juga merupakan pendukung Al-Qaeda dan Al-Shabaab.


Internasional
Informasi Anda Genggam


Loading...