Diduga Ada Kelalaian, Pengacara Diego Maradona Minta Kematian Kliennya Diselidiki

Riko
Jumat, 27 November 2020 | 13:37 WIB
Diego Maradona (net) R24/riko Diego Maradona (net)

RIAU24.COM - Pengacara Diego Maradona yakni Matias Morla mendesak adanya investigasi terkait kematian kliennya karena yakin ia yakin itu terjadi karena akibat adanya kelalaian dari tim medis yang menanganinya.

Maradona meninggal dunia pada Rabu 25 November 2020 malam WIB. Legenda Tango itu disebut mengalami serangan jantung.

Baca juga: Meski Disetujui Dorna, MotoGP Mandalika Tetap Batal Digelar Tahun Ini, Tak Disangka Ternyata Ini Sebabnya

Maradona dikabarkan meninggal di rumahnya. Kabarnya sempat ada dokter yang berusaha menyelamatkannya namun usahanya akhirnya sia-sia.

Kini kematian Maradona berbuntut panjang. Sebab Morla merasa ada unsur human error yang mengakibatkan legenda berusia 60 tahun itu meregang nyawa.

Matias Morla sendiri sudah merilis pernyataan resmi terkait tudingan adanya faktor kelalaian yang menyebabkan Diego Maradona meninggal dunia. Ia mengatakan ada beberapa indikasi yang memperkuat tudingannya tersebut.

Di antaranya adalah tak ada tim medis yang mengontrol kondisi kesehatan Maradona selama berjam-jam lamanya. Begitu juga dengan lambatnya kedatangan ambulan.

"Hari ini adalah hari kesedihan, kemuraman dan refleksi yang mendalam," katanya dalam pernyataan resmi, menurut Calciomercato.com yang dikutip Bola. net. Jumat 27 November 2020.

"Dalam hati saya merasakan kehilangan seorang teman yang telah saya hormati dengan kesetiaan sampai hari terakhir. Saya menyapanya secara langsung, pemakaman harus menjadi momen yang akrab dan akrab."

"Menurut apa yang dikatakan Jaksa San Isidro, tidak dapat dijelaskan bahwa selama 12 jam, Diego tidak mendapat perhatian atau kontrol dari petugas medis."

“Ambulans membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk tiba, itu kejahatan bodoh. Fakta ini tidak boleh luput dari perhatian dan saya meminta Anda menyelidikinya sampai akhir."

“Seperti yang Diego katakan kepada saya: 'Kamu adalah prajurit saya, yang bekerja tanpa belas kasihan'."

Sebelumnya, Pada November 2019 lalu, Giannina Maradona, putri Diego Maradona, sempat angkat bicara soal kondisi kesehatan ayahnya. Ia mengatakan kondisi ayahnya memburuk sebagai imbas dari gaya hidup yang sembrono saat masih muda dahulu.

"Ia tidak sekarat karena tubuhnya telah memutuskan demikian, ia dibunuh dari dalam dan ia tidak menyadarinya," tulis Giannina di akun Instagram pribadinya.

"Anda tahu kebun binatang yang menyediakan jasa foto bersama singa raksasa? Anda bisa masuk ke kandangnya dan memeluknya. Padahal singa itu diberikan obat penenang, sebab kalau tidak tak mungkin bisa menjinakkan hewan buas," ujarnya lagi menyiratkan kebiasaan Maradona yang gemar mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Dari Kekasih Valentino Rossi, Ingin Punya Anak Tapi Tak Mau Menikah

Diego Maradona sendiri sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit pada 2 November kemarin. Pasalnya ia mengalami penyumbatan darah di otaknya dan harus menjalani operasi. Maradona kemudian bisa pulang pada tanggal 12 November.


Informasi Anda Genggam


Loading...