Minta Bima Arya Belajar Tentang Etika Kedokteran, Ini Kata Tim Dokter Rizieq Shihab

M. Iqbal
Minggu, 29 November 2020 | 13:13 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya R24/ibl Wali Kota Bogor, Bima Arya

RIAU24.COM - Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, Sarbini Abdul Murad meminta Wali Kota Bogor Bima Arya belajar etika kedokteran.

Hal itu dikatakan dia karena Bima Arya dinilai mengintervensi tim dokter dan Rumah Sakit Ummi, Bogor, terkait penanganan medis pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Wali Kota Bogor perlu belajar etika kedokteran tentang independensi tenaga medis dalam bekerja," kata Sarbini melansir dari Tempo.co, Ahad, 29 November 2020.

Baca juga: Sri Mulyani Main Tebak-Tebakan, Buah Apa yang Bijinya Dikulum dan Rasanya Spektakuler?

Dikatakan Sarbini, selain independensi tenaga medis, pasien juga berhak menerima atau menolak semua upaya pemeriksaan dan pengobatan yang akan diberikan tanpa ada intervensi atau tekanan pihak mana pun.

Sarbini menyebutkan, profesionalitas tenaga medis dan penghormatan hak pasien bahkan berlaku di daerah bencana dan peperangan.

Dilanjutkannya lagi, Bima Arya seharusnya mempercayakan perawatan Rizieq Shihab kepada tim medis. Ia beralasan tim medis mengetahui langkah-langkah apa yang perlu atau tak perlu dilakukan terhadap pasien.

Baca juga: Cerita Lucky Matuan, Prajurit Elite TNI yang Memilih Membelot ke OPM

Sarbini mengatakan MER-C mengirim Rizieq ke RS Ummi, Bogor, untuk beristirahat. Ia pun menilai tindakan Bima Arya justru mengganggu Rizieq yang sedang beristirahat, selain mengintervensi tim dokter dan rumah sakit.

"Wali Kota Bogor juga tidak beretika dalam mempublikasi kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat," ujar dia.


Informasi Anda Genggam


Loading...