Ada Dugaan Malpraktik, Polisi Usut Kematian Diego Maradona

Ryan Edi Saputra
Selasa, 01 Desember 2020 | 10:44 WIB
Sketsa Maradona R24/put Sketsa Maradona

RIAU24.COM -  Polisi mengusut kematian legenda sepakbola Diego Armando Maradona. Diduga kematian sang bintang karena malapraktik dokter pribadinya.

Sekitar 30 polisi di Buenos Aires menggeledah rumah dan klinik milik Leopoldo Luque, dokter pribadi Diego Maradona. Polisi menyelidiki Luque atas dugaan malapraktik dalam perawatan Maradona setelah operasi.

Penyelidikan itu dipicu oleh laporan dari tiga putri Maradona, yakni Dalma, Giannina dan Jana terkait perawatan jantung yang didapat ayah mereka di kediamannya di Tigre, utara Buenos Aires.

Baca juga: Bikin Bangga, Tampil Jadi Narasumber di Pertemuan Walikota Dunia, Pandangan Anies Baswedan Diapresiasi Sekjen PBB

“Penyelidikan kami sedang berlangsung, kami berbicara dengan para saksi termasuk para anggota keluarga (Maradona),” kata narasumber yang dekat dengan penyelidikan seperti dikutip BBC, Senin (30/11).

Kantor berita pemerintah Argentina, Telam, mengungkapkan tim penyelidik berupaya memastikan apakah Maradona telah mendapatkan perawatan 24 jam dari staf medis beberapa hari menjelang kematiannya, yang menjadi salah satu persyaratan pemulangan pemain legendaris tersebut dari rumah sakit pada 12 November.

Sementara itu, Luque membantah tuduhan tersebut. Dia mengatakan telah merekomendasikan Maradona tinggal di rumah sakit pascaoperasi. Tetapi ia menambahkan, “Tidak bertanggung jawab atas segala sesuatu,” yang melibatkan perawatan medis Maradona.

“Jika Anda bertanya kepada saya, saya adalah seorang ahli bedah saraf dan pekerjaan saya sudah berakhir. Saya sudah selesai menangani Maradona,” ujar Luque dikutip Sky News.

Baca juga: Rusia Langsung Balas Dendam Kepada Amerika, Kenakan Sanksi Delapan Pejabat

“Tidak ada kelalaian medis, bahkan apa yang mereka katakan tentang penyakitnya. Diego mengalami kejadian tak sengaja yang menyebabkan serangan jantung pada pasien dengan karakteristiknya, yang merupakan hal paling umum bagi pasien untuk meninggal dengan cara tersebut,” tambahnya.

Diterangkannya, serangan jantung bisa terjadi pada pasien dengan kondisi terakhir Maradona.

“Sayangnya, itu adalah fakta yang bisa terjadi sebelum atau sesudahnya,” katanya.

Luque adalah dokter saraf yang menangani operasi pembekuan darah di otak Maradona. Pascaoperasi, Maradona menjalani pemulihan di rumah sakit sebelum diizinkan pulang ke rumahnya.

Beberapa hari setelah pulang ke kediamannya, Maradona dinyatakan meninggal karena serangan jantung pada Rabu (25/11) waktu setempat dan dimakamkan keesokan harinya di permakaman Jardin de Paz, pinggiran ibu kota Argentina.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...