Menu

Gojek Dan Grab Sepakat Bungkam Terkait Isu Merger

Devi 3 Dec 2020, 16:20
Gojek Dan Grab Sepakat Bungkam Terkait Isu Merger
Gojek Dan Grab Sepakat Bungkam Terkait Isu Merger

Hal senada juga disampaikan Grab yang juga enggan mengomentari rencana penggabungan kedua perusahaan ride-hailing tersebut. Manajer Senior Komunikasi Grab Indonesia Dewi Nuraini, mengaku belum mau berspekulasi lebih lanjut terkait masalah ini.

"Terima kasih atas pertanyaannya, tapi kami tidak mengomentari spekulasi yang beredar di pasar," kata Dewi dalam pesan singkatnya.

Dari pemberitaan yang beredar, jika merger ini terjadi maka co-founder Grab Anthony Tan akan menjadi CEO dari entitas bersama tersebut, sedangkan eksekutif Gojek akan menjalankan bisnis bersama baru di Indonesia dengan merek Gojek.

Beberapa pihak pun turut mempersoalkan pembahasan yang muncul ketika kedua perusahaan mengalami kerugian di berbagai negara, juga di Indonesia, di mana kedua perusahaan bersaing karena pembatasan skala besar akibat pandemi COVID-19.

Hal ini terlihat dari nilai valuasi kedua aplikasi yang turun drastis di pasar sekunder, dimana saham diperdagangkan secara informal. Saham Grab yang berbasis di Singapura senilai $ 14 miliar dalam putaran pendanaan terakhirnya pada tahun 2019 telah diperdagangkan dengan diskon 25 persen.

Begitu pula saham Gojek yang berkantor pusat di Jakarta dengan nilai hampir US $ 10 miliar pada tahun lalu juga telah dijual dengan potongan harga yang besar.

Halaman: 12Lihat Semua