Terdampak Covid-19, Wartawan di Riau Antusias Belajar Bertani dan Budidaya Ikan

Satria Utama
Senin, 07 Desember 2020 | 16:42 WIB
Pelatihan ketahanan pangan PWI SKK Migas R24/saut Pelatihan ketahanan pangan PWI SKK Migas

RIAU24.COM -  PEKANBARU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau dan Serikat Perusahaan Surat kabar (SPS) bersama SKK Migas dan KKKS, Senin (7/12/20), menggelar webinar pelatihan ketahanan pangan untuk wartawan di Riau dimasa pandemi covid-19.

Acara Seminar secara online ini dibuka langsung oleh Perwakilan SKK Migas Yanin Kholison Spesialis pratama bisnis SKK Migas Sumbagut.

Baca juga: Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Selatan Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Sumatera Per 28 Juli

Kegiatan webinar ini dilaksanakan selama dua hari Senin-Selasa (7-8 Desember 2020) dengan menghadirkan para narasumber yang sangat kompeten. "Kami berharap pelatihan ketahanan pangan bagi wartwan di PWI Riau ini menjadi stimulus untuk masyarakat menciptakan UMKM,"ungkap Yanin.

Pada hari pertama ini kita menghadirkan dua orang narasumber yaitu dari

Energi Mega Persada (EMP) yaitu Senior CSR Officier bapak Arif Hidayatullah dan Ibu Juliana dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau," kata Ketua Panitia Webinar Elfi Khairi.

Dilanjutkan Elfi, untuk hari kedua nanti panitia webinar akan menghadirkan

narasumber lagi yang kompeten yaitu Azer Afwan merupakan praktisi biofloc

mitra Riau.

"Satu orang narasumber lagi yaitu bapak Deni Risman. Dia ini adalah wartawan yang tergabung di PWI Riau. Beliau ini sudah terlebih dahulu melaksanakan budidaya jahe merah sejak pandemi covid-19 melanda negeri ini," tambah Elfi.

Baca juga: Update Covid-19 Riau Hari Ini: 1.268 Positif, 927 Sembuh dan 23 Meninggal

Banyak sekali pertanyaan yang disampaikan wartawan di Riau kepada pemateri dari EMP Arief Hidayatullah yang saat ini sudah membina sebanyak 160 orang petani mitranya yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Siak.

Namun, fokusnya kecamatan Sungai Apit, Wartawan di Riau juga berharap kepada pemerintah provinsi Riau khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan dana untuk melakukan usaha ketahanan pangan khususnya bidang perikanan air tawar.

Namun dikatakan Juliana pemerintah provinsi Riau tidak bisa langsung

memberikan bantuan yang dimintakan wartawan. Sebab ada aturan yang tidak memperbolehkannya.

Dan Arif menjelaskan banyak sekali jenis pangan yang dapat dikembangkan

bagi wartawan di Riau.

Sementara itu, Ketua PWI Riau H. Zulmansyah Sekedang mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan peserta yang telah aktif mengikuti webinar ini. PWI Riau juga menyiapkan program ketahanan pangan dengan menyiapkan anggaran sebanyak Rp.100 juta di tabun 2021 nanti.

Zulmansyah mengharapkan kepada seluru peserta yang mengikuti webinar hari ini untuk dapat mengikutinya kembali pada hari Selasa 8 Desember 2020.

Ditambahkan Zulmansyah, kegiatan ini terlaksana atas dukungan SKK Migas dan Kontraktor Kerja Kerja Sama (KKKS) yang merupakan badan usaha tetap atau perusahaan pemegang ak pengelolaan kegiatan ekplorasi, ekploitasi minyak dan gas bumi di Riau.

Di Indonesia khususnya di provinsi Riau, KKKS yang melakukan ekplorasi, ekploitasi minyak dan gas bumi adalah PT. Cevron, EMP, BSP, Pertamina PHE Siak, PErtamina PHE Kampar, Pertamina EP dan SPR Langgak. (**)


Informasi Anda Genggam


Loading...