Kemenangan Bobby dan Gibran dan Sindiran Dinasti Politik, Ferdinand Hutahaean: Jadi Walikota Bukan Karena Bapaknya

Riki Ariyanto
Kamis, 10 Desember 2020 | 13:56 WIB
Kemenangan Bobby dan Gibran dan Sindiran Dinasti Politik, Ferdinand Hutahaean: Jadi Walikota Bukan Karena Bapaknya (foto/int) R24/riki Kemenangan Bobby dan Gibran dan Sindiran Dinasti Politik, Ferdinand Hutahaean: Jadi Walikota Bukan Karena Bapaknya (foto/int)

RIAU24.COM -  Ramai pembahasan soal kemenangan versi quick count Gibran Rakabuming di Solo dan Bobby Nasution di Kota Medan. Ada pula sebagian pihak menyindir kemenangan anak dan menantu Jokowi itu dengan dinasti politik.

Baca juga: Bahas Persiapan Pemilu 2024, PPP Pekanbaru Akan Gelar Muscab



Namun Ferdinand Hutahaean menilai sindiran dinasti politik itu tidak tepat. Mengingat kemenangan Bobby dan Gibran itu berasal dari pesta demokrasi.

Hal itu disampaikannya melalui akun twitter resminya @FerdinandHaean3. "Jadi anak presiden mmg tdk mudah. Jadi pengusaha dituduh Kolusi. Dpt kredit dr bank, difitnah KKN. Diangkat jd pejabat dituduh Nepotisme. Politik adlh pilihan tepat. Disana ada kontestasi perebutan suara rakyat. Gibran dan Bobby contohnya jd Walikota bkn krn bapaknya tp krn rakyat," cuit @FerdinandHaean3, Kamis (10/12/2020).

"Masa anak Presiden ga boleh ngapa2in? Jd pengusaha salah, jd PNS salah, jd Politisi salah. Trus kalian itu maunya apa? Anak presiden jd pengangguran? Tidak ada aturan yg ditabrak, lantas bawa2 etika, padahal jg etika tak ditabrak! Kalian itu ahh!" sambung @FerdinandHaean3.

Baca juga: Partai Demokrat Tanggapi Ucapan Hasto PDIP: Banyak Rakyat Kangen Era SBY



Langsung saja netizen atau warganet berikan komentarnya. @Satriasuherman: "Yang penting bang lay @FerdinandHaean3 tidak mencontoh mantan tuan besarnya ya. Anak di suruh berhenti dari karier yg bagus hanya demi ambisi orang tua yang masih gede buat berkuasa."

@Riiikaaaa1: "Rakyatnya yang mana ya bapak? Sayangnya kok para rakyat tidak ada yang merasa."

@AdigunaAtmaja: "Semoga bisa mengemban amanat dengan hikmat."

@DelilaNjon: "Harusnya kontes dalam partai untuk setiap calon diadakan, bukannya pilihan dari Ketum."


Informasi Anda Genggam


Loading...