Sepanjang 2020 Dinkes Pekanbaru Catat 491 Kasus DBD, 3 Diantaranya Meninggal Dunia

Ryan Edi Saputra
Jumat, 18 Desember 2020 | 09:29 WIB
Ilustrasi R24/put Ilustrasi

RIAU24.COM - PEKANBARU - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus mengalami penambahan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 491 kasus DBD menyerang warga Pekanbaru sejak Januari 2020.

Bahkan tiga orang diantaranya meninggal dunia dalam menjalani perawatan. Sementara yang lainnya sebagian besar sudah dinyatakan sembuh. 

Baca juga: Harga Bawang Naik Tipis, Cabai Merah Tetap Rp40 Ribu Per Kilogram

"Total ada 491 kasus DBD. Jumlah itu terhitung sejak Januari 2020 sampai saat ini" kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy Saragih, Kamis (17/12) kemarin.

Jumlah kasus tersebut dihimpun dari 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh Kecamatan di Pekanbaru. Dari data Diskes Kota Pekanbaru, R (20) satu orang warga Jalan Melur, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan meninggal dunia pertengahan Februari lalu akibat DBD. 

Kemudian ada dua orang dari Kecamatan Tenayan Raya meninggal akibat terserang DBD. Mereka sempat menjalani perawatan sebelum meninggal dunia. 

Sementara, sebanyak 491 kasus DBD ini tersebar di 12 Kecamatan di Pekanbaru. Diantaranya Kecamatan Sukajadi 18 kasus, Kecamatan Senapelan 20 kasus, Kecamatan Pekanbaru Kota 7 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 26 kasus. 

Lalu Kecamatan Rumbai 30 kasus, Kecamatan Limapuluh 37 kasus, Kecamatan Sail 7 kasus, Kecamatan Bukit Raya 54 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 70 kasus. 

Baca juga: Hari Ini Harga Daging Ayam dan Sapi Tidak Ada Kenaikan

Kemudian, Kecamatan Tenayan Raya 86 kasus, Tampan 79 kasus, dan Payung Sekaki 57 kasus, sehingga total 491 Kasus. 

Menurutnya, jumlah kasus tertinggi berada pada wilayah pinggiran kota. Seperti Kecamatan Tampan, Rumbai, dan Tenayan Raya. 

"Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama. Lingkungan yang kumuh menjadi tempat nyamuk demam berdarah," ungkapnya. 

Ia mengimbau agar masyarakat menerapkan polah hidup bersih dan sehat. Jika menemukan gejala-gejala DBD agar segera memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan. DBD sendiri harus mendapatkan penanganan yang cepat. 

"Jika lambat dapat penanganan berbahaya, bisa berujung kematian. Karena DBD ini siklus nya turun naik," pungkasnya. 

Pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat, melalui Puskesmas di setiap kecamatan dalam memerangi kasus DBD. Penyemprotan fogging juga dilakukan terhadap wilayah rawan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes agepty.


Pekanbaru Dbd
Informasi Anda Genggam


Loading...