Ini Alasan Kenapa Yusril Ihza Mahendra Tolak Bantuan Sejumlah Pihak dan Suruh Minta Tolong ke Prabowo

M. Iqbal
Senin, 21 Desember 2020 | 14:59 WIB
Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra R24/ibl Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra

RIAU24.COM - Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga pengacara kondang, Yusril Ihza Mahendra menolak untuk membantu sejumlah pihak karena dirinya dicap murtad dan kafir di Pilpres 2019 oleh pendukung Prabowo Subianto.

Dilansir dari Detik.com, Senin, 21 Desember 2020, pada saat rapat internal PBB (Mukernas V PBB) pertengahan Desember lalu, Yusril bercerita tentang orang yang datang kepadanya ketika susah dan menghilang setelah dibantu. Dia pun bercerita caci maki yang diterimanya karena menolak mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Dia kemudian menceritakan permintaan Bachtiar Nasir melalui seseorang untuk memberi bantuan karena akan diperiksa polisi. Yusril menolak membantu Bachtiar Nasir karena sudah dicap kafir dan murtad. Dia menyarankan Bachtiar Nasir menghubungi Menhan Prabowo Subianto.

Baca juga: Sudah Ratusan Kali Indonesia Minta Hapus Data ke Google, Ini Rinciannya

"Karena itu, ketika banyak yang meminta bantuan ke saya, saya balik bertanya: mengapa tidak minta bantuan Prabowo Subianto? Saya kan Anda bilang sudah murtad dan kafir. Beliau Menhan dan anak buah Presiden Jokowi, tentu beliau bisa membantu. Saya sampai sekarang berada di luar pemerintahan dan tidak menjadi anak buah siapa-siapa. Masa minta bantuan sama orang yang Anda anggap murtad dan kafir seperti saya," ujar Yusril.

"Pak Prabowo yang dulu Anda dukung mati-matian dunia-akhirat, sekarang kan sudah jadi anak buah Pak Jokowi. Beliau kan tidak pernah Anda anggap murtad dan kafir seperti saya. Beliau mukmin sejati dan pembela ulama, pembela umat Islam yang sesungguhnya seperti yang Anda katakan selama ini," kata dia lagi.

Baca juga: Inilah Sosok Pria Pemberani, Rela Mati Untuk Menghalau Teroris yang Hendak Meledakan Bom ke Dalam Sebuah Masjid

Yusril berpesan kepada umat Islam agar lebih hati-hati ke depannya. Menurutnya, jangan menyudutkan orang yang jelas rekam jejaknya dalam membela Islam.

"Saya hanya ingin mengingatkan umat Islam, alangkah mudahnya mereka tertipu dan dijadikan permainan dan kepentingan politik. Track record seseorang dalam pergerakan Islam di Tanah Air serta pembelaannya kepada umat Islam, seperti dianggap tidak pernah ada, bahkan tega-teganya ditenggelamkan, demi membela seseorang yang justru tidak jelas rekam jejaknya dalam pembelaan terhadap umat Islam," tuturnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...