Vaksin COVID-19 Dibuat Pakai Janin yang Diaborsi, Ini Pernyataan Vatikan

Riki Ariyanto
Selasa, 22 Desember 2020 | 10:39 WIB
Vaksin COVID-19 Dibuat Pakai Janin yang Diaborsi, Ini Pernyataan Vatikan (foto/int) R24/riki Vaksin COVID-19 Dibuat Pakai Janin yang Diaborsi, Ini Pernyataan Vatikan (foto/int)
Bea Cukai

RIAU24.COM Vaksin Covid-19 yang diproduksi dengan cell lines yang berasal dari dua janin yang diaborsi pada 1960-an sempat jadi pembahasan.

Vatican News menyebut Gereja Katolik telah setujui pemakaian Vaksin Covid-19.

Baca juga: 21.000 Ikan Tewas Akibat Paparan Klorin di Universitas California

Dilansir dari Okezone, Jemaat Vatikan untuk Doktrin Iman (CDF) pada satu pernyataan yang dirilis pada Senin (21/12/2020) menyebut etis bagi umat Kristen Katolik untuk diimunisasi pakai vaksin Covid-19 yang dibuat garis sel (cell lines) dari janin yang diaborsi itu.

Paus Fransiskus dikabarkan telah menyetujui itu pada 17 Desember, jemaah doktrinal menyebut bahwa semua vaksinasi yang diakui aman dan efektif secara klinis. “Dengan pengetahuan tertentu bahwa penggunaan vaksin semacam itu bukan merupakan kerja sama formal dengan aborsi."

Baca juga: Siapa Hadi Matar? Sosok yang Menyerang Salman Rushdie, Penulis Novel Ayat-ayat Setan

“Secara moral dapat diterima untuk mendapatkan vaksin Covid-19 yang telah menggunakan cell lines dari janin yang diaborsi dalam proses penelitian dan produksinya,” sebut pernyataan resmi seperti dilansir RT.

 

Dikatakan catatan tentang moralitas penggunaan beberapa vaksin anti-Covid-19 muncul saat vaksinasi dimulai di banyak negara. Pernyataan ini ditujukan guna mengklarifikasi keraguan atas pemakaian vaksin Covid-19.

Tetapi catatan itu tak bermaksud menilai keamanan dan kemanjuran vaksin Covid-19, tetapi berfokus pada aspek moral.

 

"Industri farmasi dan pemerintah harus memastikan bahwa vaksin yang efektif dan dapat diterima secara etis dapat diakses oleh negara-negara termiskin," tambah pernyataan itu.

 

Paus Fransiskus mendesak kepala negara memastikan akses ke vaksin Covid-19 diperlukan untuk merawat orang sakit, orang miskin, dan mereka yang paling rentan.


Informasi Anda Genggam


Loading...