PKS Minta Menag Baru Jangan Jualan Isu Radikal dan Terorisme

Riko
Rabu, 23 Desember 2020 | 10:24 WIB
Yaqut Cholil Qoumas (net) R24/riko Yaqut Cholil Qoumas (net)

RIAU24.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menyoroti langkah Presiden Joko Widodo yang melakukan prombakan atau reshuffle kabinet. Mardani menyoroti menteri-menteri yang baru dipilih, khususnya menteri agama. Mardani meminta agar menteri agama tidak terus-terusan memunculkan isu radikalisme dan terorisme.

Baca juga: Terjangkit COVID-19 Untuk Kedua Kali, Komika Pandji Pragiwaksono: Gak Ada Gejala, Enggak Demam

Mardani mengeluarkan pernyataan tersebut sebagai respons atas pernyataan menteri agama baru, Yaqut Cholil Qoumas, yang tak ingin agama jadi alat politik melawan pemerintah.

Menurut Mardani, jika pemerintah terus-terusan memunculkan isu radikalisme dan juga terorisme justru berdampak buruk bagi bangsa Indonesia di mata dunia.

"Izin nitip salam buat pemerintah, jangan selalu jualan isu radikalis dan teroris, karena statement-statement pemerintah RI dikutip media barat," kata Mardani, mengutip dari Viva. Rabu, 23 Desember 2020

Menurut Mardani, media luar negeri, khususnya dari bagian barat, akan menuliskan dan menyimpulkan bahwa Indonesia tidak aman karena masih marak radikalisme dan terorisme. Hal itu tentunya akan membawa kerugian bagi Indonesia, dan negara ini dianggap tidak dapat menjamin keamanan.

Kerugiannya, kata Mardani, adalah para investor enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dikhawatirkan para investor ragu dan akan lari karena Indonesia dianggap tidak aman, kemudian mereka akan memilih berinvestasi di negara tetangga.

"Media luar menulis Indonesia tidak aman. Akhirnya Investor ragu masuk Indonesia. Sehingga investor dan pariwisata masuk ke negara tetangga," ujar Mardani.

Baca juga: Viral Foto e-KTP Hesti Purwadinata, Netizen Langsung Bilang Ini


Informasi Anda Genggam


Loading...