Sepanjang 2020, Dinas Kesehatan Pekanbaru Catat 494 Kasus DBD

Ryan Edi Saputra
Kamis, 24 Desember 2020 | 09:13 WIB
Ilustrasi R24/put Ilustrasi

RIAU24.COM - PEKANBARU - Ditengah pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19, wabag Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di Kota Pekanbaru.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, sepanjang 2020 ini sudah tercatat sebanyak 494 warga Kota Bertuah yang terjangkit virus dengue akibat gigitan nyamuk betina Aedes aegypti tersebut, yang mana 3 orang di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Harga Bawang Naik Tipis, Cabai Merah Tetap Rp40 Ribu Per Kilogram

"Total sampai saat ini ada 494 kasus DBD di Pekanbaru. Sebagian besar di antaranya sudah sembuh," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih, Rabu (23/12/2020) kemarin.

Untuk kasus DBD tertinggi, terang dia, tercatat di Kecamatan Tenayan Raya berjumlah 86 orang, disusul Tampan 80 dan Marpoyan Damai 70 kasus.

Kemudian di Kecamatan Payung Sekaki ada 57 kasus, Bukit Raya 54, Limapuluh 37, Rumbai 30, Rumbai Pesisir 26, Senapelan 21 dan Sukajadi 19 kasus.

Baca juga: Hari Ini Harga Daging Ayam dan Sapi Tidak Ada Kenaikan

"Sementara di Kecamatan Pekanbaru Kota dan Sail masing-masing 7 kasus," urai Zaini.

Disampaikannya, sejauh ini sebaran wabah DBD memang lebih tinggi di wilayah pinggiran Kota Pekanbaru seperti Kecamatan Tampan, Rumbai dan Tenayan Raya. 

"Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam mengatasi demam berdarah. Karena lingkungan yang kumuh akan menjadi tempat nyamuk demam berdarah berkembang biak," pungkasnya.


Dbd Pekanbaru
Informasi Anda Genggam


Loading...