Lacak Penumpang Covid-19 di Bandara, Anjing Dikerahkan dan Dikasih Bonus Cemilan

Riki Ariyanto
Jumat, 25 Desember 2020 | 21:55 WIB
Lacak Penumpang Covid-19 di Bandara, Anjing Dikerahkan dan Dikasih Bonus Cemilan (foto/int) R24/riki Lacak Penumpang Covid-19 di Bandara, Anjing Dikerahkan dan Dikasih Bonus Cemilan (foto/int)

RIAU24.COM -  Ternyata ada satu tim terdiri dari anjing Labrador dan Golden Retriever dimanfaatkan untuk menemukan penumpang tertular Covid-19. Caranya anjing tersebut mengendus penumpang yang tertular virus corona di bandara internasional Santiago Chile.

Baca juga: Menakjubkan, Ilmuwan ini Hidupkan Kembali Albert Einstein Dari 'Kematian'

Dilansir Okezone mengutip Reuters, semua anjing tersebut mengenakan jaket “biodetektor” hijau dengan tanda silang merah. Selesai mengendus mencari bau Covid-19, para anjing mendapatkan camilan.

Semua itu di bawah pengawasan Polisi Carabinero Chile diketahui sudah melatih para anjing tersebut. Nanti penumpang di pos pemeriksaan kesehatan bandara menyeka leher dan pergelangan tangan mereka dengan kain kasa yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah kaca dan dikirim ke anjing. Seterusnya para anjing bakal mengendus mendeteksi apakah penumpang itu tertular virus corona atau tidak.

Inspektur Jenderal Esteban Diaz menyebut anjing punya lebih dari 3 juta reseptor penciuman, lebih dari 50 kali lipat reseptor manusia. Artinya ditempatkan secara unik untuk membantu melawan Covid-19

Baca juga: 20.000 Liter Minyak Goreng Tumpah Di Jalan Raya Setelah Mobil Tangki Menabrak Ruas Tol

Bukan kali ini saja anjing digunakan, pernah ada praktik serupa sudah dilakukan di bandara di Uni Emirat Arab (UEA) dan Finlandia. Lalu ada penelitian menemukan anjing bisa mengidentifikasi seseorang tertular Covid-19 dengan akurasi 85 persen hingga 100 persen dan menyingkirkan infeksi dengan akurasi 92 persen hingga 99 persen.

Apra anjing pelacak memang terkenal sebab menemukan obat-obatan dan bahan peledak. Tetapi sebelumnya anjing-anjing ini juga telah dilatih untuk mendeteksi malaria, kanker, dan penyakit Parkinson.

Infeksi Covid-19 di Chile diketahui turun dari puncaknya pada Juni 2020. Namun mulai meningkat lagi dengan rata-rata sekitar 2 ribu kasus baru dilaporkan setiap hari. Lalu sebanyak 16.217 jiwa telah meninggal akibat Covid-19 disana. 


Informasi Anda Genggam


Loading...