Masuk Kabinet Jokowi, Elektabilitas Sandi di Pilpres 2024 Diprediksi Melorot

Riko
Sabtu, 26 Desember 2020 | 10:59 WIB
Sandiaga Uno (net) R24/riko Sandiaga Uno (net)

RIAU24.COM - Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran, meyakini elektabilitas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan melorot di Pilpres 2024 usai jadi menteri Jokowi.

Baca juga: Siap-siap! Puluhan Channel TV Ini Bakal Berhenti Siaran di Indonesia


 
Arah dukungan politik pada pemilihan presiden (Pilpres) pada tahun 2024 mendatang diprediksi telah berubah usai lawan Jokowi yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga uno gabung ke kabinet Indonesia Maju.

Andi melihat, Sandiaga Uno merupakan representasi ke basis pemilih nonideologis. Jenis pemilih seperti ini sangat susah benar-benar loyal komitmen politiknya.

“Pemilih ideologis (santri dan sejenisnya) versus pemilih non-idelogis (abangan, nasionalis dan pemilih pragmatik),” ungkap Andi Yusran, mengutip dari pojoksatu. id. Jumat  (25/12).

“Sandi sudah bergabung di basis pemilih kedua,” jelasnya.

Menurut Doktor Politik Universitas Padjajaran ini, peluang Sandiaga Uno mencalonkan diri sebagai presiden tetap terbuka. Sebabnya, penggagas gerakan Oke oce ini memiliki basis finansial yang kuat.

Meski demikian, Andi meyakini elektabilitas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan melorot.

Selain hilangnya dukungan emak-emak, pemilih ideologis yang kerap menjadi pembela utama Sandiaga Uno mulai beralih.

Apalagi, ditambahkan Andi, beberapa nama potensial yang kuat pada Pilpres 2024 mendatang muncul sosok yang terlihat melakukan konsolidasi secara rutin.

“Elektabilitasnya diprediksi melorot pasca bergabung dengan kubu Jokowi. Dukungan emak-emak dan pemilih ideologis diprediksi akan sulit diperoleh lagi,” demikian analisa Andi.

Baca juga: Sophia Latjuba Unggah Foto Peluk Calon Menantu, Netizen Langsung Sebut Begini

Andi pun menyarankan pada Sandiaga Uno agar tetap memilih jalur oposisi. Dengan cara itu, ia memprediksi elektablitas Sandi akan jauh lebih tinggi.

“Jika ia (Sandi) di luar kabinet dan tetap memposisikan diri sebagai ‘oposan’ ketimbang ketika bergabung dengan kabinet,” pungkas Andi Yusran.


Informasi Anda Genggam


Loading...