Menu

Bertengkar Hebat Dengan Suami, IRT dan Dua Anaknya Nekat Terobos Hujan Lebat di Jalan Tol Sambil Berjalan Kaki

Siswandi 28 Dec 2020, 01:05
IRT dan dua anaknya yang tengah berjalan kaki di tepi jalan tol saat hujan lebat. Foto; int
IRT dan dua anaknya yang tengah berjalan kaki di tepi jalan tol saat hujan lebat. Foto; int

RIAU24.COM - Bila emosi datang, seseorang terkadang bisa berlaku nekat, meski  perbuatannya itu bisa menimbulkan bahaya bagi dirinya sendiri. Itulah yang dilakukan marpuah Sari (31) seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Provinsi Jambi. 

Marpuah bersama dua anaknya, yakni RS (11) dan SR (9), diamankan pihak Kepolisian saat tengah berjalan kaki di tepi jalan tol Lampung Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Aksinya itu tentu saja tergolong nekat, karena selain bisa ditabrak kendaraan yang melaju kencang, ketiganya berjalan kaki sambil menerobos hujan yang turun dengan lebat. 

Dilansir kompas, 27 Desember 2020, peristiwa itu terjadi Sabtu (26/12/2020). Saat sedang berjalan kaki itu, Polisi menemukan mereka dalam kondisi menangis dan basah kuyup. 

Kepada polisi, Marpuah pun menceritakan pengalamannya. Menurutnya, ia dan dua anaknya baru saja tiba di Lampung dari Jambi setelah diajak oleh suaminya, yang berprofesi sebagai sopir truk. 

"Suami ibu ini adalah sopir truk, pergi ke Jambi membawa keluarganya, lalu hendak kembali ke Jakarta," ungkap Dirlantas Polda Lampung, Kombes Donny Damanik.

Namun sesampainya di Lampung, suami istri tersebut terlibat cekcok dan akhirnya diturunkan dari kendaraan. 

Sebelum ditemukan petugas, Marpuah dan dua anaknya sempat singgah di rest area KM 116 ketika melintasi tol Lampung. Kemudian Marpuah nekat mengajak dua anaknya kabur kembali ke Jakarta dengan berjalan kaki, meski di tengah kondisi hujan lebat. 

Beruntung kepolisian mengetahui keberadaan mereka di tengah hujan dan melakukan evakuasi. Awalnya, saat itu anggota Blue Light PJR Polda Lampung tengah berpatroli di jalan tol. Karena kondisinya ketika itu tengah hujan lebat, membuat jarak pandang jadi terbatas. Di KM 114 petugas melihat seorang perempuan dan dua anak-anak berjalan kaki di bahu jalan tol. 

"Karena bisa membahayakan bagi pejalan kaki dan juga pengendara, anggota lalu menepi, hendak meminta agar pejalan kaki itu keluar dari jalan tol," kata Donny. 

Selanjutnya, Marpuah dan dua anaknya dievakuasi dalam keadaan basah kuyup ke Polsek Tegineneng. Di sana, Polisi kemudian menghubungi suaminya dan mempertemukan mereka di Mapolsek. 

Namun demikian, ternyata Marpuah tidak mau ikut dengan suaminya. Dia lalu dipulangkan ke Jakarta menggunakan bus pada keesokan harinya, Minggu (27/12/2020) pagi. ***