Komisi VIII Minta Menag Hati-Hati Sampaikan Pernyataan Soal Syiah dan Ahmadiyah

Riko
Senin, 28 Desember 2020 | 09:24 WIB
Yaqut Cholil Qoumas (net) R24/riko Yaqut Cholil Qoumas (net)

RIAU24.COM - Anggota Komisi VIII Bukhori Yusuf meminta, agar menteri agama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. Hal ini disampaikanya menanggapi pernyataan Yaqut yang disebut-sebut bakal mengafirmasi hak beragama Syiah dan Ahmadiyah

Baca juga: Terjangkit COVID-19 Untuk Kedua Kali, Komika Pandji Pragiwaksono: Gak Ada Gejala, Enggak Demam

"Kami mengharap memang (menag) lebih berhati-hati ke depan dalam menyampaikan berbagai statemen khususnya berkenaan dengan masalah-masalah agama agar bisa belajar dari menteri-menteri agama sebelumnya," kata Bukhori mengutip dari Republika, Minggu (27/12).

Politikus PKS itu juga menanggapi klarifikasi yang disampaikan menag terkait pernyataannya sebelumnya. Menurutnya, jika Kementerian Agama ingin melindungi dan memfasilitasi hak-hak kelompok Syiah dan Ahmadiyah sebagai warga negara, maka Kemenag juga diharapkan melindungi hak-hak kelompok mayoritas.

"Jadi bukan hanya dua kelompok saja karena jika hanya dua kelompok tetap menyisakan pertanyaan mendasar yang berpotensi mengistimewakan dua kelompok tersebut padahal dua kelompok ini jelas-jelas bertentangan ideologinya dengan ideologi mayoritas umat Islam," ujarnya.

Baca juga: Viral Foto e-KTP Hesti Purwadinata, Netizen Langsung Bilang Ini

Sebelumnya Gus Yaqut mengatakan, bahwa pemerintah akan mengafirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia. Menurut Yaqut, tidak boleh ada kelompok beragama minoritas yang terusir dari kampung halaman mereka karena perbedaan keyakinan.

"Mereka warga negara yang harus dilindungi," kata Yaqut saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (24/12).


Informasi Anda Genggam


Loading...