Menu

Wajib Waspada, Berikut Ini Ada Ciri-ciri Pelakor, Dua Terakhir Paling Berbahaya

Siswandi 28 Dec 2020, 16:10
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Istilah pelakor (perebut laki orang) dan pebinor (perebut bini orang), tampaknya sudah tidak asing lagi di zaman seperti sekarang ini. Keduanya seolah selalu berkeliaran dan siap merusak rumah tangga orang lain. 

Fenomena ini turut menjadi perhatian dokter peneliti, Dokter Aisyah Dahlan. Ia juga menggambarkan ini ciri-ciri pelakor yang paling berbahaya. 

"Pertama. Pikiran pelakor itu harta dan harta. Kalau ada di antara kita, punten (maaf) yang statusnya sudah jomblo, second terus masih ada niat buat berkeluarga lagi, tapi bukan niatnya cari harta, tapi tolong carinya yang enggak ada istrinya," ujarnya di channel youtube Dakwah Remaja Islam.

Dilansir viva, Senin 28 Desember 2020, sang dokter kemudian menerangkan masih ada ciri-ciri lainnya. Yakni, pelakor biasanya memilih lelaki yang sudah beristri. Ini juga tak lepas dari poin pertama, yakni pelakor biasanya berpikir pria yang masih jomblo alias sendiri, belum mapan atau kaya.

Dengan mendapatkan pria yang sudah memiliki pasangan, seorang pelakor berniat menggantikan posisi istri yang sah dan kelak akan mendapatkan bergelimang harta.

Tak hanya itu, seorang pelakor juga paham betul bahwa dirinya adalah wanita cantik yang diidamkan banyak pria. Namun, dia akan merasa sangat bangga jika bisa menaklukkan pria kaya yang sudah memiliki istri.

"Dari di antara pelakor ada yang paling berbahaya, apa itu? Pandai memainkan peran di depan banyak orang, seolah dia adalah wanita baik-baik, yang justru dikejar oleh pria beristri tersebut. Ini nih ciri paling berbahaya. Jadi dia merasa dan bilang sama orang, 'Aku sebetulnya enggak suka, tapi bapak itu aja tuh kejar-kejar aku'," ungkapnya lagi. 

Ciri terakhir yang tak kalah berbahaya adalah, seorang pelakor biasanya pandai berkata-kata dan berpenampilan seolah dia adalah wanita yang memang diidam-idamkan seorang pria. Selain itu, menurut Aisyah, pelakor juga tidak pernah merasa bersalah!. Walah, segitunya ya.... ***