Sekjen MUI minta Pemerintah Agar Lakukan Pembinaan pada FPI Ketimbang Pembubaran

Riko
Kamis, 31 Desember 2020 | 17:37 WIB
Foto (internet) R24/riko Foto (internet)

RIAU24.COM - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan menilai, pembinaan terhadap Front Pembela Islam (FPI) merupakan jalan tengah alias moderat dalam melaksanakan amanat konstitusi ketimbang membubarkan. 

Baca juga: Rizal Ramli Kembali Sindir Sri Mulyani Sebagai SPG Bank Dunia dan IMF, Ini Sebabnya

"Pembinaan lebih baik ketimbang pembubaran," kata Amirsyah mengutip dari Vivanews. Kamis, 31 Desember 2020.

Menurut Amirsyah, pembubaran ormas lebih mudah dari melakukan pembinaan. Semangat membina melalui dakwah dilakukan dengan merangkul alih-alih memukul.

Amirsyah lantas mengingatkan agar pemerintah mengedepankan pendekatan yang lebih humanis melalui dialog dalam menyikapi persoalan ormas seperti FPI. Apalagi dalam kiprahnya sebagai ormas Islam, FPI tidak jarang terlibat dalam setiap aksi kemanusiaan di Tanah Air.

Kendati demikian, Amirsyah mengapresiasi setiap kebijakan yang menjadi keputusan pemerintah, terutama mengantisipasi aksi dan reaksi yang harus seimbang (moderat) untuk menangkal dan mencegah segala bentuk yang mengarah kepada kekerasan baik secara fisik maupun verbal.

Dia berharap setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah dilakukan dengan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku sehingga dapat mewujudkan rasa adil bagi semua pihak.

Baca juga: Unggah Foto Bersama Pangeran Philip, SBY: Beliau Sosok yang Hangat dan Ramah

Setelah pembubaran FPI, Amirsyah juga mengajak semua pihak untuk menahan diri dan menghormati hukum. “Tentu, harapannya, semua ini melalui mekanisme hukum yang sesuai dengan amanat konstitusi.”ujarnya.

Pembubaran FPI termaktub dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) enam pejabat tertinggi di kementerian/lembaga tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian kegiatan FPI.


Informasi Anda Genggam


Loading...