Kritik Keras Soal Pelarangan FPI, Amien Rais Ingatkan Jokowi dan Mahfud Md Hingga Singgung Firaun

M. Iqbal
Jumat, 01 Januari 2021 | 00:58 WIB
Mantan Ketua MPR, Amien Rais (Foto: Hops.id) R24/ibl Mantan Ketua MPR, Amien Rais (Foto: Hops.id)

RIAU24.COM - Pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan oleh pemerintah, dikritik keras oleh Mantan Ketua MPR, Amien Rais. Dia mengatakan jika keputusan pemerintah itu telah menghabisi demokrasi Indonesia.

"Nah 30 Desember kemarin ada peristiwa yang lebih dahsyat lagi yaitu FPI dibubarkan dengan SKB 3 menteri dan badan-badan tinggi lainnya. Jadi yang tandatangan surat keputusan bersama itu adalah menteri dalam negeri, menteri komunikasi dan informatika, menteri hukum dan HAM, kemudian yang lainnya adalah Kapolri, jaksa agung dan kepala badan nasional penanggulangan terorisme. Jadi saudaraku-saudaraku saya melihat ini sebuah langkah politik yang memang menurut saya itu menghabisi demokrasi kita," jelas Amien Rais dalam akun YouTube Amien Rais Official yang dilansir dari Detik.com, Kamis, 31 Desember 2020.

Selanjutnya dia juga berbicara terkait dengan pembubaran HTI pada 2017 lalu. Dia menyinggung soal tidak ada upaya pengadilan terkait pembubaran tersebut.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, RAPP-APR Dukung Edukasi Dini Anak Lewat Lomba Menggambar dan Mewarnai

"Jadi tahun 2017 HTI dibubarkan caranya sederhana sekali, jadi direktorat jenderal administrasi hukum umum Kementerian hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan demikian HTI resmi dibubarkan pemerintah kemudian pak Wiranto menerangkan mengapa nggak usah ada pengadilan, karena alasan dikemukakan," jelas Amien.

Selanjutnya, berkaitan dengan pelarangan FPI, Amien Rais membacakan ulang pertimbangan pemerintah dalam surat keputusan bersama. Disebutkannya, pemerintah langsung menyimpulkan FPI teroris.

"Jadi saudara-saudara, mereka dengan menimbang ini mereka langsung menyimpulkan tanpa babibu jangan dibantah ya, kita nggak boleh bantah bahwa 6 laskar FPI, yang menurut kita para syuhada itu oleh mereka itu juga termasuk geng teroris, saya kira sederhana sekali sehingga jangan pernah diharapkan bahwa pemerintahan Jokowi ini akan mengadakan pengadilan, tidak perlu jadi tidak perlu ada pengadilan karena mereka sudah kesimpulannya FPI teroris, sudah selesai," papar Amien.

Baca juga: Gelar Rapat Lintas Komisi untuk Tuntaskan Masalah Guru Bantu, DPRD Riau Dapat Apresiasi

Amien Rais kemudian menyinggung soal Firaun. Setelah itu, dia juga membacakan salah satu ayat Alquran. "Nah dalam hal ini saudara-saudara, ini wanti-wanti saya pada Pak Jokowi bahwa ketika Firaun mengganas di Mesir, biadab sekali ada seorang iman yang mengingatkan, Hei firaun dan konco-konconya kamu jangan biadab jangan membunuh orang semau-maumu, nah dia dikejar-kejar," tutur dia.

Amien juga mengingatkan Menko Polhukam Mahfud Md. Dia meminta Jokowi dan Mahfud untuk melihat kembali perbuatan yang telah dilakukannya.

"Saya hanya mengingatkan yang kaya begini ini, kalau mau diteruskan monggo, silakan gaspol silakan terus tapi urusan anda Pak Jokowi dan teman-teman, juga Mahfud yang kemarin mengumumkan itu. Hati-hati ya Mahfud, urusannya langsung kepada Allah, tolong 3 tahun setelah ini kalau anda masih berkuasa sampai 2024, nanti anda menoleh ke belakang. Kok saya dulu bisa begitu ya tapi sudah terlambat. Ini wanti-wanti ikhlas saya, mau diterima monggo mau dibuang diremehkan saya juga tidak ada masalah," tutur Amien Rais.


Informasi Anda Genggam


Loading...