Kelompok HAM Catat 27 Warga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Keamanan Israel

Riki Ariyanto
Selasa, 05 Januari 2021 | 15:37 WIB
Kelompok HAM Catat 27 Warga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Keamanan Israel (foto/int) R24/riki Kelompok HAM Catat 27 Warga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Keamanan Israel (foto/int)

RIAU24.COM - Sepanjang tahun 2020, apaukan Israel dituding telah menewaskan 27 warga di wilayah Palestina. Laporan itu didamapikan Kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel B’Tselem.

Baca juga: Menakjubkan, Ilmuwan ini Hidupkan Kembali Albert Einstein Dari 'Kematian'

Dilansir dari Okezone, bahkan kelompok HAM itu juga menyebut 'pembunuhan keji' atas warga Palestina juga ditemukan di Negara Zionis itu.

“Selama tahun 2020, pasukan keamanan Israel membunuh 27 warga Palestina, tujuh di antaranya anak di bawah umur: satu di Jalur Gaza, 23 di Tepi Barat (termasuk Yerusalem Timur) dan tiga di dalam Israel,” sebut B’Tselem pada Senin (4/1/2021).

Baca juga: 20.000 Liter Minyak Goreng Tumpah Di Jalan Raya Setelah Mobil Tangki Menabrak Ruas Tol

Kelompok HAM tersebut menyebut setidaknya dalam 11 dari 16 pembunuhan yang diinvestigasi oleh B'Tselem di Tepi Barat yang diduduki, Palestina “tak menimbulkan ancaman bagi nyawa pasukan” atau orang lain pada saat mereka ditembak.

 

Sebagai contoh yang disoroti dalam laporan tersebut adalah pembunuhan Iyad Hallaq, seorang pria autis (32) Palestina bersekolah dan bekerja di sekolah untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus di Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki.

 

Ketika itu petugas Israel mencurigai Hallaq membawa senjata kemudian mengejarnya yang lari karena panik. Lalu Hallaq ditembak mati ketika bersembunyi di balik tempat sampah, tak jauh dari sekolahnya.

 

Ayah dari Hallaq memberi tahu Al Jazeera pada Juni bahwa putranya memiliki kapasitas mental seperti anak berusia delapan tahun. Sehingga tidak memahami realitas berbahaya kehidupan di bawah pendudukan.

 

“Selama bertahun-tahun, Israel telah menerapkan kebijakan tembakan terbuka yang sembrono dan melanggar hukum di Tepi Barat. Kebijakan ini sepenuhnya didukung oleh pemerintah, militer dan pengadilan, sama sekali tidak peduli dengan hasil mematikan yang dapat diprediksi,” sebut B’Tselem.


Informasi Anda Genggam


Loading...