Menu

Dikabarkan Hilang Misterius, Jack Ma Terpantau Nongol di Hadapan Publik

Siswandi 6 Jan 2021, 14:31
Jack Ma. Foto: int/newsweek
Jack Ma. Foto: int/newsweek

RIAU24.COM -  Hingga saat ini, masih banyak yang bertanya-tanya tentang nasib miliarder China sekaligus pendiri Alibaba, Jack Ma. Hal itu setelah yang bersangkutan tak lagi tampak di hadapan publik selama dua bulan. Sehingga beredar kabar yang menyebutkan Jack Ma telah menghilang secara misterius. 

Namun ada kabar terbaru yang beredar saat ini. Mengutip laporan business insider, Rabu 6 Januari 2021, diketahui bahwa Jack Ma terpantau berada di tengah publik, pada selasa pagi waktu setempat. Namun tidak disebutkan di mana posisi Jack Ma ketika itu. Pantauan tentang keberadaan sosok Jack Ma itu berdasarkan laporan dari reporter cnbc. 

Dilansir viva, Ketua Perusahaan Teknologi BDA China yang berbasis di Beijing, Duncan Clark, berspekulasi bahwa Jack Ma bisa saja disuruh bersembunyi. 

Hal itu setelah pemerintah China menginvestiga dua perusahaan milik Jakc Ma, yakni Ant Financial dan Alibaba. Kedua perusahaan itu sedang diselidiki dalam kasus dugaan monopoli dan masalah lainnya. Karena itu, Jack Ma mungkin berusaha untuk tidak terlihat publik selama penyelidikan.

Beberapa pihak juga mengaku sangsi jika Jack Ma memang benar-benar menghilang secara misterius. 

"Tidak ada bukti bahwa Jack Ma telah ditahan dan mereka sungguh tidak punya alasan untuk menahannya," kata Jeffrey Halley, analis pasar di biro riset Oanda, yang dikutip detik dari fortune.

Halley menilai, saat ini Jack Ma diminta bungkam dan tidak bersuara dulu di depan publik. 

"Jack Ma mungkin sukarela memilih sangat low profile dulu sembari dia membiarkan orang-orang yang bekerja dengannya, bekerja dengan regulator untuk mencapai kesimpulan yang bisa diterima," ujarnya. 

Pendapat senada disampaikan oleh Martin Chorzhempa dari Peterson Institute for International Economics. Menurutnya, sangat mungkin Jack Ma tidak akan tampil dulu dalam waktu dekat ini. 

"Anda tidak ingin berada di pandangan publik ketika perusahaan Anda berada dalam situasi politik yang sangat kompleks," lontarnya. ***