Menu

Kematian 9 Biarawati Menyoroti Jumlah Korban Virus Corona di Biara

Devi 7 Jan 2021, 16:42
Foto : Nesiacom
Foto : Nesiacom

RIAU24.COM -  Selama bulan Desember, bercampur dengan pesan Natal yang menggembirakan, pengumuman kematian memenuhi halaman Facebook Suster-suster St. Joseph dari Carondelet ketika wabah virus korona memakan korban di sebuah kediaman bagi para pensiunan dan biarawati yang lemah.

“Kami telah kehilangan sembilan saudari terkasih - anggota komunitas religius kami yang luar biasa dan berdedikasi,” kata Suster Joan Mary Hartigan, direktur Rumah Provinsi St. Joseph di pinggiran kota Latham, Albany.

Para wanita itu berusia 84 hingga 98 tahun ketika mereka meninggal di kediaman pribadi para biarawati Katolik Roma dalam ordo St. Joseph dari Carondelet, yang berasal dari tahun 1650 di Le Puy, Prancis. “Mereka telah mendedikasikan hidup mereka untuk membawa kata-kata cinta dan persatuan Yesus ke dunia dalam berbagai pelayanan, termasuk pengajaran, pekerjaan paroki dan pendidikan agama,” kata Hartigan melalui email.

Gelombang kematian di Rumah Provinsi mencerminkan jumlah para pensiunan atau biarawati yang lemah di beberapa biara lain di sekitar Amerika Serikat. Polanya sejalan dengan kematian di panti jompo, yang juga terkena dampak virus korona dengan 110.000 kematian di seluruh negeri.

Pada Presentasi Biara Perawan Maria Yang Terberkati Di Livonia, Michigan, 13 saudara perempuan Felician berusia 69 hingga 99 meninggal karena COVID-19 antara bulan April dan Juni. Tujuh orang meninggal di pusat suster Maryknoll di Ossining, New York.

Di Wisconsin, delapan biarawati yang tinggal di biara Notre Dame of Elm Grove meninggal dalam satu minggu di bulan Desember. Pensiunan pendeta juga menyerah. Pada bulan April, enam pensiunan Yesuit meninggal di pusat perawatan kesehatan Manresa Hall di Philadelphia.

Halaman: 12Lihat Semua