Tidak Mandi Sejak Lima Tahun Lalu, Profesor Ini Ungkap Apa Yang Terjadi Pada Dirinya

Satria Utama
Senin, 18 Januari 2021 | 10:25 WIB
James Hamblin R24/saut James Hamblin

RIAU24.COM -  Seorang profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Yale University, melakukan eksperimen yang terbilang nekat, yakni tidak mandi selama lima tahun. Hal ini dilakukannya dalam rangkaian penelitian tentang hubungan antara mandi dengan kesehatan seseorang.

Lantas, apa yang dirasakan Prof. Dr James Hamblin setelah berhenti mandi sejak lima tahun lalu? "Saya merasa baik-baik saja. Jadi terbiasa. Rasanya biasa saja," katanya seperti dilansir BBC, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Jangan Sembarangan, Berikut Sopan Santun Bersendawa Dalam Islam

Keputusan untuk berhenti mandi dimulai dengan satu eksperimen. "Saya ingin memahami apa yang akan terjadi," katanya.

"Saya tahu banyak orang yang tak sering mandi. Saya tahu itu mungkin dilakukan, namun saya ingin mencobanya sendiri untuk membuktikan efeknya."

Jadi, apa dampaknya setelah ia tak lagi mandi sejak 2015? "Seiring dengan berjalannya waktu, badan semakin terbiasa, jadi tak begitu bau, walaupun Anda tak pakai deodoran atau sabun. Dan kulit Anda juga tidak begitu berminyak," katanya.

Hamblin juga menulis untuk majalah Amerika, The Atlantic yang diterbitkan pada 2016, dengan artikel berujudul: "I Quit Showering, and Life Continued", Saya berhenti mandi dan hidup terus berlanjut."

"(Kalau dihitung) Kita menghabiskan dua tahun penuh untuk mandi, berapa banyak waktu (juga uang dan air) yang terbuang," tulisnya.

Baca juga: Hati-hati, Kenakan Bra Seperti Ini Bisa Picu Asam Lambung, Ini Cara Mengatasinya

Walaupun Hamblin tetap menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan juga sikat gigi, ia percaya bahwa kebersihan bagian tubuh lain tak perlu dilakukan secara rutin.

Akademisi Amerika Serikat ini menerangkan bau badan adalah produk bakteri yang ada di kulit dan hidup dari keringat dan bagian berminyak tubuh manusia.

Dengan menggunakan produk kulit dan rambut setiap hari, menurut Hamblin, keseimbangan antara minyak di kulit dan bakteri terganggu. "Bila Anda sering mandi, Anda menghancurkan ekosistem," tulisnya di artikel dalam The Atlaantic tahun 2016.

Hamblin mengatakan ia tidak punya landasan untuk mengemukakan yang benar dan salah, atau menyebut bahwa apa yang ia lakukan perlu juga dilakukan orang lain.

Tapi apa yang ia lakukan berhasil baginya.

"Namun bagi mereka yang punya masalah kulit atau ingin mencoba, saya bisa katakan mulai perlahan dan bertahap sampai Anda merasa nyaman.

Contohnya, kurangi sampo sebagai langkah awal, atau pakai deodoran yang lebih ringan. "Anda bisa mulai dengan mandi lebih sebentar dan lebih jarang dan dengan lebih sedikit sabun," katanya.***


Informasi Anda Genggam


Loading...