Bukti Belum Aman, Meski Telah Jalani Uji Klinis Vaksin Sinovac, 25 Relawan di Bandung Malah Positif Covid-19, Begini Faktanya

Siswandi
Senin, 18 Januari 2021 | 15:27 WIB
Salah seorang relawan  tengah divaksinasi di Bandung, beberapa waktu lalu. Foto: afp R24/wan Salah seorang relawan tengah divaksinasi di Bandung, beberapa waktu lalu. Foto: afp

RIAU24.COM -  Meski telah menerima vaksin, ternyata hal itu belum menjamin seseorang otomatis aman dari virus Corona Covid-19. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Fakta di lapangan menunjukkan, sebanyak 25 relawan uji klinis vaksin sinovac asal China, saat ini terkonfirmasi positif Covid-19. 
Para relawan positif Corona itu terdiri dari 18 penerima plasebo dan sisanya sebanyak tujuh orang adalah mereka yang telah dua kali menerima vaksinasi.

Fakta itu diungkapkan Ketua Tim Uji Klinis Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Unpad, Kusnandi Rusmil. 

"Untuk uji klinis kemarin itu kan ada yang dapat vaksin, ada yang dapat plasebo. Nanti dilihat berapa yang sakit dapat vaksin, berapa yang sakit dapat plasebo. Dari hasil kemarin yang dapat vaksin yang sakit (terpapar Covid-19) tujuh, yang dapat plasebo 18 (relawan)," terangnya, Senin 18 Januari 2021, dilansir detik. 

Baca juga: Tidak Hanya Digunakan Untuk Mencuci Rambut, 5 Barang Ini Cocok Dibersihkan dengan Shampo

Menurut Kusnandi, penerima vaksin itu tertular saat berkegiatan di luar. Kebanyakan relawan yang terpapar setelah disuntik vaksin, mengalami gejala yang masuk kategori ringan. 

"Karena kan yang ikut uji klinis banyak yang ke mana-mana dan boleh ke mana-mana. Kita tetap kontrol dan dia kalau ada gejala di-swab sama kita. Tapi sebagian besar itu bergejala ringan dan enggak dirawat," terangnya lagi. 

"Nah, yang plasebo ada yang dirawat. Orang yang diuji klinis itu boleh kemana-mana, enggak ada yang dilarang sehingga dia mempunyai kesempatan dapat penyakit sama dengan normal," tambahnya lagi. 

Kusnandi tak menampik, terungkapnya fakta ini memengaruhi besaran efikasi vaksin COVID-19 dari sinovac tersebut. Sebelumnya, BPOM RI mengumumkan efikasi dari vaksin tersebut berada di kisaran 65 persen.

"Nanti dilihat berapa yang sakit dapat vaksin berapa yang sakit dapat plasebo. Dari hasil yang kemarin yang dapat vaksin yang sakit 7, yang dapat plasebo 18. Kan yang diuji klinis ada 1.620 relawan, artinya 8.810 per tiap-tiap kelompok jadi yang dapat vaksin itu 7/810 berapa persen, 18/810 berapa persen. Nanti dilihat perbandingannya berapa jadi hasil itu berapa dikali 100 persen hasilnya segitu (65 persen)," terangnya lagi. 

Baca juga: Tak Hanya Merusak Paru-Paru, Ternyata Virus Corona Bisa Merusak Organ Tubuh Ini, Inilah 10 Gejala yang Perlu Diketahui

Bisa Tertular 
Dalam kesempatan itu, Kusnandi kembali menegaskan, orang yang telah mendapatkan vaksinasi, masih bisa tertular, meski potensi tersebut bisa diminimalisasi oleh vaksin. 

"Vaksin itu supaya tubuh kebal terhadap penyakit, tapi ada beberapa orang yang mempunyai gangguan (tidak terbentuk) kekebalan, contohnya orang yang makan obat-obatan tertentu atau terkena penyakit misal leukimia, jadi kemungkinan tetap tertular," tutupnya. *** 


Informasi Anda Genggam


Loading...