Menu

Albert Simanjuntak Ditunjuk Menjadi Managing Director Chevron IBU

Satria Utama 18 Jan 2021, 16:48
Albert Simanjuntak
Albert Simanjuntak

RIAU24.COM -  Chevron IndoAsia Business Unit (IBU) menunjuk Albert Simanjuntak sebagaiManaging Director (MD),efektif mulaitanggal 1 Februari2021.Albert menggantikan Kevin Lyon yang akan menjabat sebagaiGeneral Director Tengizchevr oil di Kazakhstan.Saat ini,Albert merupakan PresidenDirektur PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI).

Sebagai pimpinan operasi hulu migas Chevron di Indonesia dan Filipina selama dua tahunterakhir, Kevin Lyon berhasil memimpin IBU meraih sejumlah pencapaian dan melalui berbagai tantangan utama, dengan fokus pada perlindungan sumber daya manusia dan lingkungan serta mencapai target produksi dan meningkatkan kedaulatan energi Indonesia.

Kevin Lyon menyampaikan bahwa pengangkatan Albert Simanjuntak menjadi Managing Director merupakan pengakuan atas nilai yang telah beliau berikan tidak hanya kepada Chevron, tetapi juga untuk Indonesia.

“Pendekatan kolaboratif Pak Albert merupakan kekuatan pendorong di belakang RokanHeads of Agreement yang baru-baru ini ditandatangani, yang mana akan memastikan Rokan terus berkontribusi pada target produksi dan pendapatan negara di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Sehubungan dengan pengangkatannya, Albert Simanjuntak mengatakan "Ini merupakan amanah dan kehormatan bagi saya yang telah dipercaya oleh perusahaan untuk menjabat posisi kepemimpinan ini. Saya akan terus mengutamakan penjagaan keselamatan dan keandalan operasi perusahaan, serta melaksanakan transisi dan serahterima Blok Rokandengan sukses dan lancar”.

Albert Simanjuntak bergabung dengan Chevron pada tahun 1987 dan telah memegang peranan penting dalam karirnya dengan tingkat tangungjawab yang semakin meningkat, termasuk menjadi Senior Vice President of Policy, Government&Public Affairs Chevron IBU pada tahun 2013, General Manager Category & Supply Management di Houston pada tahun 2007 hingga 2010.

Beliau juga melanjutkan dan menyampaikan inisiatif investasi sosial dari berbagai sektor seperti pembangunan ekonomi lokal, lingkungan, pendidikan dan kesehatan yang banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat.***