Kasus Covid-19 di Tanah Air Masih Tetap Tinggi, Satgas Sebut Ini Penyebabnya

Siswandi
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:46 WIB
Ilustrasi R24/wan Ilustrasi

RIAU24.COM -  Sejak satu hingga minggu belakangan ini, kasus Covid-19 di Tanah Air terus menunjukkan adanya peningkatan. Bahkan, ada kasus baru yang mencapai 14.244 kasus dalam sehari. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/1/2021) lalu.

Kondisi itu tak ditampik Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dr Dewi Nur Aisyah. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena adanya pengaruh dari beberapa faktor.

Yang pertama. terangnya, kondisi itu terjadi karena angka positivity rate meningkat bahkan mencapai di atas 20 persen. Dikatakan, sejak pekan keempat Desember 2020, angka positivity rate terus naik, dari sebelumnya di bawah 20 persen, angka tersebut kini mencapai 27,48 persen. 

Baca juga: Minggu Malam, Gempa Guncang Bengkulu dan Kabupaten Bandung

Lalu apa artinya?
 
"Penularan di tengah masyarakat meningkat, tapi ada kemungkinan bias juga karena ada delay data kemarin," terangnya dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Rabu 20 Januari 2021.

Dilansir detik, faktor kedua karena jumlah spesimen yang diperiksa juga meningkat. Menurutnya, jumlah orang yang diperiksa di bulan Januari terus meningkat. Jumlah itu juga mencapai target WHO di pekan kedua hingga pekan ketiga Januari 2021.

"Januari pekan kedua mencapai target WHO lebih dari 100 persen, pekan ketiga kita mencapai 107 persen, lebih 7 persen dari standar WHO," bebernya.

Baca juga: Akui Pernah Puji Mobil Esemka, Rizal Ramli: Eh Ternyata Saya dihapusi

Sedangkan faktor ketiga adalah karena dipicu delay input data. Menurut dr Dewi, terkadang ada perbedaan antara data daerah dan pusat sebelum lebih lanjut dilakukan proses verifikasi.

"Terkadang terjadi (delay data), kita menyeleksi, verifikasi lebih dahulu, terkadang ada gap antara data daerah dan pusat, ada proses verifikasi terlebih dahulu apa benar tidak ada duplikat atau lainnya," katanya.

"Ada waktu yang habis di sana juga untuk memverifikasi kasus-kasus baru, apakah belum pernah tercatat atau takutnya nanti duplikasi. Prosesnya berjalan di kementerian kesehatan," pungkasnya. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...