Sepuluh Tahun Diburu, Gembong Narkoba Terbesar di Asia Asal China Akhirnya Tertangkap

Satria Utama
Minggu, 24 Januari 2021 | 20:45 WIB
Tse Chi Lop, gembong mafia terbesar di Asia akhirnya ditangkap R24/saut Tse Chi Lop, gembong mafia terbesar di Asia akhirnya ditangkap

RIAU24.COM -  Di dunia perdagangan obat-obatan terlarang, nama Tse Chi Lop sudah tidak asing lagi. Pria asal China yang memiliki kewarganegaraan Kanada ini disebut sebagai pemimpin The Company, yang mendominasi pasar obat-obatan terlarang senilai US$70 miliar, atau sekitar Rp 981,4 triliun di seluruh Asia.

Setelah lama diburu kepolisian berbagai negara, Tse Chi Lop akhirnya berhasil ditangkap Kepolisian Belanda, berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Australia.

Baca juga: Mengerikan, Bocah Berusia 9 Tahun Dicekik Sampai Mati Setelah Disodomi

Pria berusia 56 tahun ini kerap disandingkan dengan gembong narkoba Meksiko, Joaquin "El Chapo" Guzman karena skala dari bisnis perdagangan narkobanya.

Polisi Federal Australia (AFP) dilaporkan telah melacak Tse selama sepuluh tahun terakhir sebelum akhirnya ia berhasil ditangkap pada Jumat.

Keterangan polisi, yang tidak menyebut nama Tse, mengatakan surat penangkapan itu dikeluarkan pada 2019, dengan polisi di Belanda bertindak berdasarkan pemberitahuan Interpol.

"Ia masuk dalam daftar buronan paling diburu dan ia ditahan berdasarkan [laporan] intelijen yang kami terima," juru bicara polisi Belanda dalam penangkapan pada Jumat.

Baca juga: Polisi Lakukan Pemeriksaan Terhadap Model Cantik Alesya Kafelnikova Asal Rusia yang Nekat Foto Telanjang Di Punggung Gajah

Kantor berita Reuters menerbitkan investigasi khusus tentang Tse pada 2019, menggambarkan Tse sebagai "pria yang paling diburu".

Kantor berita itu mengutip perkiraan PBB yang mengatakan pendapatan sindikat dari penjualan metamfetamin saja bisa mencapai US$17 miliar, atau sekitar Rp238,3 triliun pada 2018.

Upaya penangkapan Tse, yang dinamai Operasi Kungur, dipimpin oleh AFP dan melibatkan 20 lembaga dari berbagai benua di seluruh dunia, menurut Reuters.

Tse dikabarkan hidup berpindah-pindah, antara Makau, Hong Kong dan Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya ia menghabiskan sembilan tahun di dalam penjara setelah divonis dalam kasus perdagangan narkoba di AS pada 1900-an.

Media Australia menggambarkan penangkapannya sebagai penangkapan "paling penting" bagi kepolisian federal negara itu selama dua dekade.***


Informasi Anda Genggam


Loading...