Sejak Laporkan Abu Janda, Ketum KNPI Mulai Terima Beragam Teror, Begini Ceritanya

Siswandi
Senin, 01 Februari 2021 | 12:14 WIB
Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama. Foto; int R24/wan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama. Foto; int

RIAU24.COM -  Ada kabar mengejutkan datang dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama. Hal itu terkait apa yang mulai dirasakannya setelah ia melaporkan penggiat media sosial Arya Permadi atau Abu Janda ke polisi. 

Seperti diketahui, Haris adalah pihak yang melaporkan Abu Janda ke Mabes Polri terkait dugaan rasisme ke mantan Komisioner Komnas Ham yang juga aktivis Papua, Natalius Pigai. Haris juga yang kembali melaporkan Janda ke instansi yang sama, terkait cuitan Abu Jada di Twitter yang menyebutkan 'Islam Arogan'. 

Baca juga: Majelis Ulama Minta Ramalan Joe Biden Tentang Tenggelamnya Jakarta Tak Perlu Ditanggapi

Diungkapkan Haris, ia mulai menerima sejumlah teror, sejak melaporkan Abu Janda ke polisi. Awalnya, akun Twitternya di-hack. Tak berhenti sampai di situ, saat ini rumahnya juga mulai diteror orang tak dikenal.

Kondisi itu diungkapkannya akun Twitter resminya @harisknpi, seperti dilansir viva, Senin 1 Februari 2021. 

"Diri dan Rumah saya di teror. Semoga Allah melindungi saya dan keluarga," cuitnya sambil menyenggol akun milik Presiden Jokowi, Bareskrim Polri dan Ditsiber Polri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, teror yang ditujukan kepada dirinya yakni berupa tuduhan memakai narkoba sehingga rumahnya mau digeledah. Namun ia meyakini tuduhan seperti itu tidak akan membuahkan hasil. 

Baca juga: Rekomendasi UNESCO Terhadap Pariwisata Pulau Komodo Jadi Kemenangan Besar Bagi Dunia Konservasi Indonesia

"Ternyata polanya selalu dengan cara mengindikasikan saya sebagai pemakai Narkoba. Insya Allah tidak akan pernah barang haram itu masuk ke tubuh saya. Silahkan kalian cari cara bagaimana menjebloskan saya ke penjara/dengan cara-cara memfitnah saya. Bergerak Pemuda Indonesia. Apapun yang terjadi," cuitnya lagi. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...