Pastikan Tidak Ada Preman yang Pungut Retribusi Lapak Pedagang di Terminal AKAP, Ini Kata Disperindag Pekanbaru

M. Iqbal
Jumat, 05 Februari 2021 | 10:35 WIB
Kepala Disperindag Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut R24/ibl Kepala Disperindag Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut

RIAU24.COM - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru menegaskan jika tidak ada preman setempat yang melakukan pungutan retribusi lapak pedagang sayur mayur di belakang Terminal C Bandar Raya Payung Sekaki (dikenal dengan Terminal AKAP).

Dia menyebutkan, para pedagang yang berjualan di belakang Terminal AKAP itu hanya untuk sementara. Pasar itu bukan pasar induk. 

"Mereka adalah para pedagang yang dulunya berjualan di Pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai (dulu Jalan Nangka). Mereka pedagang grosir sayur-mayur," kata, Kamis, 5 Februari 2021.

Baca juga: Hasil Evaluasi Pemerintah Pusat, Kota Pekanbaru Berhasil Turun Status PPKM Jadi Level 2

Disebutkannya lagi, dikarenakan sangat mengganggu, maka para pedagang itu dipindahkan ke Terminal AKAP. Rencananya, para pedagang grosir ini memang akan dipindahkan ke Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Sidomulyo Barat.

"Karena pembangunan Pasar Induk belum selesai, para pedagang masih berjualan di belakang Terminal AKAP. Sejauh ini, kami melakukan koordinasi dan penataan tempat berdagang mereka," jelas Ingot.

Untuk operasional diserahkan kepada kelompok-kelompok pedagang grosir itu. Para pedagang grosir itu dipersilakan bersepakat untuk masalah listrik dan lain-lain berkaitan dengan operasional.

Baca juga: Walikota Pekanbaru: 45 Persen Lebih Masyarakat Sudah Vaksinasi Dosis Pertama

Parkirnya dikelola resmi oleh Koperasi Disperindag. Retribusi parkir dipungut oleh Disperindag. 

"Tapi, retribusi lapak belum ada sampai sekarang. Kalau ada preman setempat yang memungut retribusi lapak pedagang, itu tidak benar. Kalau ada, pedagang jangan mau bayar," tegas Ingot. 


Informasi Anda Genggam


Loading...