Menu

Sejarah Budaya Rasis di Indonesia

Azhar 11 Feb 2021, 15:12
Ilustrasi penjajahan di Indonesia. Foto: Istimewa/Internet
Ilustrasi penjajahan di Indonesia. Foto: Istimewa/Internet

RIAU24.COM -   Budaya rasis pertama di Indonesia lahir bukan tanpa sebab. Pelakunya adalah orang-orang Belanda saat menjajah Nusantara.

Pertama kali lahir tahun 1854. Rasis digunakan Belanda untuk memecah-belah status penduduk berdasarkan golongan hukum dikutip dari historia.id, Kamis, 11 Februari 2021.

Belanda kala itu membagi penduduk menjadi tiga golongan mirip seperti piramida.

Paling atas golongan Eropa dan Indo Belanda, di tengah-tengah ada golongan timur asing, dan yang paling bawah adalah inlander alias pribumi.

Untuk golongan Timur Asing meliputi masyarakat Tionghoa yang berkulit kuning dan bermata sipit.

Dalam penerapannya, praktek rasial itu tidak hanya berkutat pada persoalan hukum. Namun juga menyasar pada sektor swasta. Seorang pekerja pribumi meskipun tamatan SMA, gajinya pasti jumlahnya setengah lebih rendah jika dibandingkan dengan orang Indo Belanda tamatan SMP.

Jangan tanya untuk urusan politik. Orang-orang Indo Belanda kala itu punya partai rasis, Indo-Europeesch Verbond (IEV).

Kondisi seperti ini terus terjadi bahka pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945.