Menu

Tuduh Din Syamsuddin Radikal, Ternyata GAR ITB Tak Diakui Sebagai Lembaga di Bawah Naungan Kampus

Satria Utama 14 Feb 2021, 20:52
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Tindakan Gerakan Antiradikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR-ITB) yang melaporkan cendikiawan muslim Din Syamsuddin ke KASN dan BKN sebagai sosok yang radikal menuai banyak respon negatif. Nama ITB sebagai lembaga perguruan tinggi ternama di tanah air pun ikut terseret.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Naomi Sianturi menegaskan bahwa GAR-ITB bukan organisasi resmi di bawah naungan ITB. "Kalau GAR-ITB bukan organisasi di bawah ITB," kata Naomi dalam keterangan tertulis yang dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (14/5).

Naomi mengatakan GAR-ITB tak memiliki struktur resmi dalam lingkup organisasi kampus ITB meskipun anggota yang tergabung merupakan alumni ITB. Dengan begitu, Naomi menegaskan pihaknya tak memiliki kapasitas untuk menjawab pelbagai persoalan terkait GAR-ITB. "Karena urusan alumni itu hanya alumni dan Ikatan Alumni yang berhak," kata dia.

GAR-ITB menuai kontroversi di tengah masyarakat usai melaporkan Din Syamsuddin ke KASN. Laporan itu terkait dugaan pelanggaran kode etik ASN dalam pernyataan Din soal sengketa Pilpres pada 2019 lalu dan selama aktif di KAMI.

"Dalam konteks ini GAR ITB mendesak KASN agar segera dapat memutuskan adanya pelanggaran kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN yang dilakukan oleh Terlapor," ujar Juru Bicara GAR ITB Shinta Madesari.

Din dilaporkan lewat surat terbuka nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021 yang diklaim diteken 1.977 alumni ITB lintas angkatan dan jurusan tertanggal 28 Oktober 2020 lalu.

Merespons aduan itu, Ketua KASN Agus Pramusinto menyatakan telah melimpahkan laporan dugaan radikalisme itu ke Kementerian Agama (Kemenag), dan juga diteruskan ke Satuan Tugas Penanganan Radikalisme ASN.***