Menu

Ide 'Ngeyel' Bill Gates, Ingin Daging Sapi Tak Ada Lagi, Ini Alasannya

Siswandi 16 Feb 2021, 18:07
Bil Gates. Foto: reuters
Bil Gates. Foto: reuters

RIAU24.COM -  Setelah menyorot soal pandemi virus, pendiri Micorosoft Bill Gates saat ini tengah getol berbicara tentang perubahan iklim. Hal itu seiring dengan rilis buku terbarunya yang berjudul How To Avoid a Climate Disaster. 

Dalam buku itu, Gates mengusulkan berbagai saran agar dampak perubahan iklim bisa ditekan. Tapi yang tampaknya agak 'ngeyel" adalah idenya untuk 'mengharamkan' daging sapi. Soalnya, sapi termasuk penyumbang gas metana terbesar. Sementara metana diketahui adalah salah satu unsur yang berdampak buruk bagi atmosfer. 

Namun Gates mengaku, secara biologis sangat sulit untuk menekan angka gas metana itu. Sehingga yang menurutnya cara yang cukup mungkin untuk menekannya adalah manusia tidak lagi mengonsumsi daging sapi. Sebagai gantinya, bisa mengonsumsi daging sintetis yang berasal dari protein.

"Saya tidak tahu apakah akan ada pendekatan natural soal ini. Saya cemas bahwa daging sintetis akan dibutuhkan untuk persoalan ini," lontarnya, dilansir technology review, Selasa 16 Februari 2021.

Dilansir detik, untuk diketahui, daging sintetis sudah dikembangkan sejak beberapa lama, namun penerapannya belum luas. Di negara miskin dan berkembang, daging sintetis mungkin belum perlu digalakkan karena masih ada solusi lain. Contohnya, meningkatkan jumlah daging sapi per emisi karena produktivitas masih rendah.

Sedangkan di Amerika Serikat, meskipun jumlah emisi yang dikeluarkan lebih rendah dari sapi di Afrika, tapi karena produksinya sangat besar maka gas metana yang dikeluarkan pun amat tinggi. 

Maka solusinya menurut Bill Gates adalah mempopulerkan daging sintetis.

"Saya pikir semua negara kaya harus 100% pindah ke daging sintetis. Anda akan terbiasa dengan perbedaan rasanya dan ada juga klaim bahwa rasanya akan makin baik dari waktu ke waktu," saran Gates. 

Bagaimana menurut Anda? ***