Ramai Bahas Radikalisme, Ridwan Kamil Beri Pandangannya: Sangat Boleh Tidak Setuju

Amerita
Rabu, 17 Februari 2021 | 10:18 WIB
google R24/ame google

RIAU24.COM -  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berikan pandangannya soal radikalisme yang santer dibahas belakangan ini.

Melalui akun Twitter resminya, ia memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara radikal dan radikalisme.

Baca juga: Anies Baswedan Shalat Gaib Untuk Almarhum Ustadz Tengku Zulkarnain

"Sedang ramai perdebatan tentang radikal & radikalisme. Tidak semua berlabel radikal itu negatif. Konsep robot menggantikan kerja manusia itu contoh radikal yang tidak negatif. Dan tidak semua yg berpikir kritis kepada pemerintah itu artinya ia radikal," tulisnya mengawali sebuah utas di Twitter pribadinya, Selasa (16/2)

Dalam konteks bernegara, Ridwan Kamil mengatakan pemikiran dan perbuatan ekstrim dengan tujuan merubah ideologi negara adalah tindakan radikal.

"Menjadi masalah jika dalam konteks bernegara, ada pemikiran atau perbuatan ekstrim yang ingin mengubah ideologi negara. Itu baru radikal yang pasti dilawan oleh sistem ideologi eksisting," imbuhnya.

Menurutnya, contoh tindakan radikal yang negatif seperti mencoba mengganti ideologi Pancasila yang merupakan kesepakatan sejarah bangsa ini.

"Radikal kiri mau mengganti Pancasila dengan komunisme. Atau radikal kanan ingin mengganti Pancasila dengan khilafah. Karenanya Pancasila harus selalu kita jaga," sambungnya lagi.

Baca juga: Ribuan Pengendara Sepeda Motor yang Nekat Mudik, Dipaksa Putar Arah di Perbatasan Bekasi - Karawang

Gubernur Jawa Barat ini juga berikan nasihat agar masyarakat mengeluarkan pendapatnya dengan bijak.

"Mari tetap kritis terhadap semua dimensi hidup ini, penuh dengan argumentasi tanpa harus dibumbui caci maki," imbuhnya.

Mengakhiri utasnya, Ridwan Kamil himbau masyarakat boleh tidak sependapat dengannya.

"Sangat boleh tidak setuju," tutupnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...