Menu

Bikin Merinding, Prajurit TNI Ini Tetap Tegakkan Salat Meski di Tengah Brutalnya Hujan Peluru OPM, Begini Akhirnya

Siswandi 19 Feb 2021, 15:01
Prajurit TNI tetap khusyuk melaksanakan salat meski berada di bawah hujan peluru yang dilontarkan separatis Papua. Foto: int/ist
Prajurit TNI tetap khusyuk melaksanakan salat meski berada di bawah hujan peluru yang dilontarkan separatis Papua. Foto: int/ist

RIAU24.COM -  Apa yang dilakukan sejumlah prajurit TNI ini, tampaknya patut menjadi inspirasi bagi masyarakat di Tanah Air. Meski berada dalam tugas yang berbahaya, kewajiban kepada Sang Pencipta, yakni Allah SWT tetap harus diutamakan. 

Peristiwa ini terjadi di kawasan pedalaman Papua, yang hingga kini masih rawan dengan aksi dan teror yang dilancarkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau separatis bersenjata dari organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Dilansir viva, Jumat 19 Februari 2021, kejadian itu berlangsung belum lama ini, yakni masih pada bulan Februari 2021. Ketika itu, sejumlah pasukan elite TNI, sedang berada di sebuah bangunan yang kondisinya sudah tak terawat lagi. 

Ketika itu, kondisi juga sedang memanas. Puluhan anggota OPM bersenjata sedang melakukan serangan secara membabi buta. Hujan peluru, terus menerus menerpa bangunan yang dijadikan tempat bertahan bagi para prajurit TNI tersebut. 

Redaksi viva sendiri sengaja tidak menampilkan identitas para prajurit TNI berikut lokasi dan waktu kejadian ini. Semua ini atas pertimbangan faktor keamanan dan keselamatan para prajurit TNI di artikel ini. 

Sejak siang hari, para prajurit tersebut tak dapat beranjak dari tempat itu. Jangankan untuk pergi, untuk berdiri saja pun sudah berbahaya, karena rawan diterjang peluru yang dimuntahkan anggota OPM. Para prajurit itu memilih bertahan dan bersiaga dengan senjata yang siap menyalak, untuk balik membalas serangan para anggota separatis tersebut. 

Waktu Salat Datang 
Di tengah hujan peluru, akhirnya datanglah waktu Salat Ashar. "Sudah masuk waktu Salat Ashar," ujar salah seorang seorang prajurit. 

Tak berapa lama kemudian, peristiwa yang membuat bulu kuduk jadi merinding pun terjadi. 

Subhanallah. Meski di tengah hujan peluru, mereka tetap melaksanakan salat. Mereka tampaknya benar-benar menyadari, bahwa tiada tempat berlindung yang paling tinggi selain sujud menghadap Allah SWT.

"Kami tetap bersujud padamu ya Allah di bawah hujan peluru, ridhoilah jalan kami," ujar prajurit TNI itu.

Selanjutnya, prajurit TNI itu pun bangkit dari posisi siaga, mensucikan diri dengan cara tayamum. Lalu meraih potongan busa, meletakkannya di atas tanah di ruang sempit yang dipenuhi barang bekas.

'Allahu Akbar' dengan masih berseragam lengkap, mulailah mereka melaksanakan Salat Ashar. "Salat bergantian," kata prajurit TNI itu.

Mereka benar-benar khusyuk salat, bersujud, bersimpuh untuk berserah diri dan memohon perlindungan pada Allah. Hingga salat ditunaikan, Alhamdulillah, tak sebutir pun peluru kelompok separatis yang menerjang.

"Ibadah kami, hidup dan mati kami adalah karena Engkau tuhan semesta alam," kata Prajurit TNI itu lagi. ***