Menu

Saat Titik Api Meraja Lela di Riau, Presiden Jokowi Tebar Ancaman Kepada Pimpinan TNI dan Polri Yang Tak Becus Atasi Karhutla

Satria Utama 22 Feb 2021, 17:04
Jokowi saat meninjau Karhutla
Jokowi saat meninjau Karhutla

RIAU24.COM -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menebar ancaman bagi pimpinan TNi dan Polri di daerah. Ia menegaskan akan mencopot pimpinan TNI dan Polri yang tidak bisa menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya masing-masing. 

Ancaman serupa pernah disampaikan Jokowi kepada pangdam, kapolda, kapolres, danrem dan dandim pada tahun 2016 lalu.

“Kalau di wilayah saudara-saudara ada kebakaran, dan membesar, dan tidak tertangani dengan baik aturan mainnya tetap sama, belum saya ganti. Saya kira kita masih ingat semuanya kalau yang ikut rutin setiap tahun pertemuan seperti ini dengan saya pasti semuanya masih ingat, yaitu dicopot, yaitu diganti. Jelas?,” kata Jokowi di Istana Negara, Senin (22/2/2021).

Jokowi mengatakan dalam waktu beberapa tahun ini secara rutin digelar pertemuan untuk membahas pencegahan karhutla. Dia mengatakan hal ini bertujuan untuk mengingatkan seluruh pejabat di daerah mengantisipasi kebakaran hutan.

“Tujuannya apa? Untuk mengingatkan baik kepada gubernur, bupati/walikota, pangdam, danrem, dandim, kapolda, kapolres. Terutama jika ada pejabat-pejabat yang baru yang berada di daerah-daerah yang rawan bencana kebakaran,” katanya.

Meskipun saat ini banyak wilayah yang tengah mengalami bencana banjir dan tanah longsong, Jokowi meminta agar antisipasi karhutla tidak boleh kendor.

"Meskipun saya baru perintah ke panglima dan kapolri saat itu baru dua kali. Jadi kali ini saya ulangi lagi, ini hanya untuk yang pejabat –pejabat baru agar tahu aturan main ini," kata dia.

Sementara itu, jumlah titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau di wilayah Provinsi Riau pada Senin naik drastis menjadi 63 dari hanya sembilan pada hari sebelumnya.

"Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang hanya sembilan titik panas, pada Senin pagi ini jumlahnya meningkat sangat tinggi," kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna seperti dulansir ANTARA di Pekanbaru.

Menurut pantauan BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Senin pagi pukul 06.00 WIB seluruhnya ada 126 titik panas indikasi awal karhutla di wilayah Sumatera dan 63 di antaranya ada di Provinsi Riau. 

Di wilayah Provinsi Riau, titik panas indikasi awal karhutla terpantau di Kabupaten Bengkalis (18), Kabupaten Pelalawan (32), Kota Dumai (7), Kabupaten Rokan Hilir (4), Kabupaten Kepulauan Meranti (1), dan Kabupaten Indragiri Hilir (1).**